Hidayatullah.com—Menteri Pembangunan Jerman Gerd Muller, hari Ahad (22/4/2018), mengatakan bahwa Berlin dan Baghdad sudah setuju untuk bkerja sama lebih erat dalam merepatriasi para pencari suaka Iraq di Jerman kembali ke negara asal mereka.
“Tujuannya adalah memberikan dukungan kepada 10.000 orang Iraq dari Jerman untuk memapankan kembali dirinya dan membangun sesuatu yang baru,” kata Muller, usai pembicaraan dengan pejabat Iraq di Baghdad seperti dilansir Deutsche Welle.
Muller mengatakan warga Iraq harus diberi kesempatan untuk kembali ke negeri asal atas kemauannya sendiri dan bukan sebagai “pecundang.” Dia menambahkan bahwa kesempatan pendidikan dan peluang pekerjaan akan dibuat lewat kerja sama dengan pihak berwenang Iraq dan perusahaan-perusahaan.
Selama kunjungannya, Muller meresmikan sebuah kantor konsultasi bagi para pengungsi yang kembali di kata Irbil, wilayah administrasi Kurdi di bagian utara Iraq. Sebuah fasilitas serupa rencananya akan dibangun di Baghdad.
Menjelang kepergiannya ke Iraq hari Sabtu lalu, Muller menekankan pentingnya pembangunan kembali infrastruktut di Iraq, terutama fasilitas sekolah dan pendidikan, “agar terorisme tidak kembali bercokol.”
Kementerian Pembangunan Jerman mengatakan sekitar 12.000 dari 240.000 orang Iraq sekarang ini tinggal di Jerman dan gagal mendapatkan suaka.
Jerman adalah negara terbesar kedua pemberi bantuan kepada Iraq, yang mana sejak 2014 telah menjanjikan bantuan finansial sekitar €1,3 miliar atau $1,6 miliar, kata kementerian. Jerman juga memberikan bantuan militer dalam bentuk perlengkapan dan pelatihan bagi aparat keamanan Iraq dan kelompok pendukung mereka.*