Hidayatullah.com–Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang tidak memperdulikan jam malam yang diberlakukan di kota Ferguson, negara bagian Missouri, menyusul penembakan pemuda kulit hitam yang tidak bersenjata oleh polisi setempat.
Pemerintah setempat memberlakukan jam malam dari tengah malam hingga pukul lima pagi.
Kapten polisi Ron Johnson berdalih pihaknya tidak punya pilihan lain kecuali meningkatkan tindakan mereka, sebab aparatnya mulai ditembaki dan dilempari bom molotov oleh pengunjuk rasa.
Kawasan St Louis mengalami ketegangan lebih dari sepekan belakangan ini, sejak polisi menembak mati pemuda kulit hitam, Michal Brown.
Jaksa Agung Eric Holder memerintahkan agar pemeriksaan penyebab kematian Michael Brown dilakukan segera.
Autopsi awal yang dilakukan di hari terjadi penembakan atas Brown oleh St Louis County Medical Examiner hanya menyebutkan bahwa pemuda itu meninggal karena ditembak, tanpa menyebutkan berapa kali dia ditembak.
Mayat pemuda berusia 18 tahun itu kemudian dibawa ke Missouri untuk dilakukan autopsi terpisah atas permintaan keluarga.
Dr Michael Baden yang mengautopsi mayat Brown atas permintaan keluarganya mengatakan bahwa pemuda tambun itu ditembak empat kali di lengan kanan dan dua kali ditembak di kepala, lapor New York Times.
Ahli forensik patologis itu menyebutkan bahwa pemuda itu tidak ditembak dari jarak dekat, sebab tidak ada sisa-sisa bubuk amunisi di tubuhnya.
Brown ditembak mati oleh seorang polisi kulit putih, yang dikonfrimasi oleh kepala Kepolisian Ferguson bernama Darren Wilson.
Penembakan terjadi setelah polisi mendapatkan laporan tentang perampokan di sebuah toko pada 9 Agustus pukul 11:51 siang waktu setempat dari warga yang menghubungi nomor pengaduan 911.
Beberapa menit kemudian pada pukul 12.00 Darren Wilson datang sebuah stasiun pengisian bahan bakar di mana tersangka pelaku dilaporkan terlihat. Satu menit kemudian Wilson melancarkan tembakannya bertubi-tubi ke arah Brown padahal pemuda kulit hitam itu tidak membawa senjata.
Membela tindakan rekannya kepolisian setempat mempublikasikan rekaman CCTV perampokan di mana Brown diduga sebagai pelakunya.
Namun kemudian pada konferensi pers kedua Kepala Kepolisian Ferguson Thomas Jackson mengatakan bahwa Brown ketika itu dicegat di jalan karena mengganggu lalu lintas, bukan karena tersangkut dengan perampokan.
“Kontak awal antara petugas dengan Michael Brown tidak berkaitan dengan perampokan,” kata Jackson dalam konferensi pers kedua.”Brown keika itu sedang berjalan di tengah jalan sehingga menghambat lalu lintas.”
Warga Ferguson marah dengan tindakan brutal polisi yang menembak orang tak bersenjata, terlebih penembakan dilakukan oleh seorang polisi kulit putih atas pemuda kulit hitam, yang mana fakta itu menimbulkan sentimen rasial yang semakin memanaskan suasana.
Tidak sanggup menundukkan kemarahan warga meskipun jam malam sudah diberlakukan, Gubernur Missouri Jay Nixon meminta bantu Garda Nasional untuk mengembalikan ketertiban umum di wilayahnya, lansir BBC (18/8/2014).*