Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Amerika Tembak Mati Pemuda Kulit Hitam, Warga Missouri Terus Berunjuk Rasa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2014 14:56 2:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Agustus 2014 14:56
Bagikan
Warga Ferguson turun ke jalan memprotes penembakan seorang pemuda kulit hitam hingga tewas oleh polisi kulit putih.
Bagikan

Hidayatullah.com–Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang tidak memperdulikan jam malam yang diberlakukan di kota Ferguson, negara bagian Missouri, menyusul penembakan pemuda kulit hitam yang tidak bersenjata oleh polisi setempat.

Pemerintah setempat memberlakukan jam malam dari tengah malam hingga pukul lima pagi.

Kapten polisi Ron Johnson berdalih pihaknya tidak punya pilihan lain kecuali meningkatkan tindakan mereka, sebab aparatnya mulai ditembaki dan dilempari bom molotov oleh pengunjuk rasa.

Kawasan St Louis mengalami ketegangan lebih dari sepekan belakangan ini, sejak polisi menembak mati pemuda kulit hitam, Michal Brown.

Jaksa Agung Eric Holder memerintahkan agar pemeriksaan penyebab kematian Michael Brown dilakukan segera.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Autopsi awal yang dilakukan di hari terjadi penembakan atas Brown oleh St Louis County Medical Examiner hanya menyebutkan bahwa pemuda itu meninggal karena ditembak, tanpa menyebutkan berapa kali dia ditembak.

Mayat pemuda berusia 18 tahun itu kemudian dibawa ke Missouri untuk dilakukan autopsi terpisah atas permintaan keluarga.

Dr Michael Baden yang mengautopsi mayat Brown atas permintaan keluarganya mengatakan bahwa pemuda tambun itu ditembak empat kali di lengan kanan dan dua kali ditembak di kepala, lapor New York Times.

Ahli forensik patologis itu menyebutkan bahwa pemuda itu tidak ditembak dari jarak dekat, sebab tidak ada sisa-sisa bubuk amunisi di tubuhnya.

Brown ditembak mati oleh seorang polisi kulit putih, yang dikonfrimasi oleh kepala Kepolisian Ferguson bernama Darren Wilson.

Penembakan terjadi setelah polisi mendapatkan laporan tentang perampokan di sebuah toko pada 9 Agustus pukul 11:51 siang waktu setempat dari warga yang menghubungi nomor pengaduan 911.

Beberapa menit kemudian pada pukul 12.00 Darren Wilson datang sebuah stasiun pengisian bahan bakar di mana tersangka pelaku dilaporkan terlihat. Satu menit kemudian Wilson melancarkan tembakannya bertubi-tubi ke arah Brown padahal pemuda kulit hitam itu tidak membawa senjata.

Membela tindakan rekannya kepolisian setempat mempublikasikan rekaman CCTV perampokan di mana Brown diduga sebagai pelakunya.

Namun kemudian pada konferensi pers kedua Kepala Kepolisian Ferguson Thomas Jackson mengatakan bahwa Brown ketika itu dicegat di jalan karena mengganggu lalu lintas, bukan karena tersangkut dengan perampokan.

“Kontak awal antara petugas dengan Michael Brown tidak berkaitan dengan perampokan,” kata Jackson dalam konferensi pers kedua.”Brown keika itu sedang berjalan di tengah jalan sehingga menghambat lalu lintas.”

Warga Ferguson marah dengan tindakan brutal polisi yang menembak orang tak bersenjata, terlebih penembakan dilakukan oleh seorang polisi kulit putih atas pemuda kulit hitam, yang mana fakta itu menimbulkan sentimen rasial yang semakin memanaskan suasana.

Tidak sanggup menundukkan kemarahan warga meskipun jam malam sudah diberlakukan, Gubernur Missouri Jay Nixon meminta bantu Garda Nasional untuk mengembalikan ketertiban umum di wilayahnya, lansir BBC (18/8/2014).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abdullah Ocalan: Perang Kurdi dengan Turki Hampir Berakhir
Tulisan selanjutnya Terstruktur, Sistematis dan Masif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?