Hidayatullah.com—‘Israel’, UEA dan AS akan mengadakan pertemuan puncak trilateral pertama mereka tentang kesepakatan normalisasi di Abu Dhabi pada hari Senin (31/08/2020)
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada hari Ahad (30/08/2020) mengatakan bahwa utusan Saudi mungkin tiba di Abu Dhabi pada hari Senin setelah penasihat senior Presiden AS Donald Trump mencoba membujuk Arab Saudi untuk bergabung dalam upacara penandatanganan perjanjian normalisasi antara Gedung Putih, ‘Israel’ dan Uni Emirat Arab, yang dijadwalkan pada bulan Oktober.
Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu sebelumnya telah mengumumkan bahwa delegasi ‘Israel’ dan pembantu utama Trump akan terbang bersama ke UEA pada hari Senin untuk pembicaraan tentang memperkuat kesepakatan kedua negara Timur Tengah untuk menormalisasi hubungan.
Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner, Penasihat Keamanan Nasional Robert O’Brien, utusan Timur Tengah AS Avi Berkowitz dan pejabat AS lainnya akan melakukan perjalanan bersama dengan delegasi ‘Israel’ yang dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Meir Ben-Shabbat, kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video pada hari Rabu (25/08/2020).
Pertemuan tingkat tinggi itu akan menjadi yang pertama antara ketiga pihak sejak Trump mengumumkan kesepakatan kontroversial yang ditengahi AS pada 13 Agustus tersebut.
Kesepakatan itu dikecam oleh warga Palestina dari seluruh spektrum politik, yang menganggapnya sama dengan “pengkhianatan” dan “tikaman di belakang”.
“Menjelang acara yang direncanakan di Washington, Kushner dan para pembantunya baru-baru ini telah bekerja dengan [Putra Mahkota Saudi Mohammed] bin Salman untuk menyetujui pengiriman utusan tingkat tinggi Saudi ke Abu Dhabi paling cepat besok, bersamaan dengan kedatangan delegasi ‘Israel’ dipimpin oleh kepala Dewan Keamanan Nasional,” kata surat kabar itu.
Middle East Eye sebelumnya mengungkapkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menarik diri dari kunjungan yang direncanakan ke Washington DC untuk bertemu Netanyahu setelah dia khawatir berita itu bocor dan kehadirannya di ibu kota AS akan menjadi “hal buruk”.
Sumber mengatakan kepada MEE bahwa Trump dan Kushner telah mendorong pertemuan itu terjadi untuk meluncurkan kembali citra bin Salman sebagai pembawa perdamaian Arab muda dan menopang dukungan regional untuk kesepakatan antara ‘Israel’ dan UEA.
Menurut media Yedioth Ahronoth, saat ini ada ketidaksepakatan di Riyadh antara bin Salman dan ayahnya, Raja Salman, mengenai normalisasi.
Sementara raja menentang perjanjian damai dengan ‘Israel’, putra mahkota “menunjukkan keterbukaan yang lebih besar, tetapi belum memberikan persetujuannya untuk tindakan lebih lanjut”.
Namun, hubungan antara Kushner dan bin Salman telah membuat Saudi menyetujui izin penerbangan maskapai ‘Israel’ El Al pada hari Senin ke Abu Dhabi melalui Arab Saudi, yang pertama dalam sejarah, surat kabar itu menambahkan.
Sementara itu, jurnalis ‘Israel’ Barak Ravid mengungkapkan bahwa delegasi ‘IsIsrl’ akan melakukan perjalanan ke UEA dalam dua minggu ke depan untuk membahas aspek keamanan dari kesepakatan tersebut. Delegasi akan dipimpin oleh Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Amir Eshel, dan mantan Komandan Angkatan Udara Israel, Ravid.
Delegasi Eshel awalnya dijadwalkan untuk menghadiri KTT Senin, tetapi keputusan trilateral oleh UEA, AS dan Israel telah membatasi pembicaraan hari Senin untuk diskusi ekonomi dan sipil, dan mengadakan dialog keamanan dan pertahanan terpisah pada September nanti.
Kushner, O’Brien dan delegasi AS lainnya bertemu dengan Netanyahu di Yerusalem pada hari Ahad untuk membahas perjalanan ke Abu Dhabi.
“Kami yakin bahwa negara Arab dan Muslim lainnya akan segera mengikuti jejak Uni Emirat Arab dan menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’,”kata O’Brien kepada wartawan setelah pembicaraan di kediaman Netanyahu.
Dia tidak menyebutkan nama negara-negara itu, tetapi pejabat ‘Israel’ telah secara terbuka menyebut Oman, Bahrain dan Sudan. Meskipun ketiga negara tersebut tidak juga menunjukkan kepastian setelah Menteri Luar Negwri AS Michael Pompeo berkunjung dalam tur Timur Tengah mendukung normalisasi dengan ‘Israel’-nya.
Netanyahu sementara itu mengatakan bahwa ‘Israel’ sedang dalam pembicaraan rahasia dengan lebih banyak negara Arab tentang normalisasi hubungan.
“Ada lebih banyak pertemuan yang tidak dipublikasikan dengan para pemimpin Arab dan Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’,” katanya.
Di Tepi Barat yang diduduki ‘Israel’, Hanan Ashrawi, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menyampaikan bahwa Kushner dan timnya “berusaha keras untuk meyakinkan sebanyak mungkin pemimpin Arab dan Muslim” untuk menghadiri acara penandatanganan Gedung Putih dan memberikan Trump dorongan menjelang pemilihan presiden AS pada 3 November.
“Mereka akan menjadi penyangga dengan latar belakang tontonan yang tidak berarti untuk kesepakatan konyol yang tidak akan membawa perdamaian ke wilayah ini,” kata Ashrawi.*