Hidayatullah.com–Pengadilan khusus masalah keamanan negara di Mesir hari Rabu (20/8/2014) menghukum 10 tahun penjara seorang insinyur telekomunikasi berkewarganegaraan Yordania karena melakukan aksi mata-mata untuk Israel, lapor koran Mesir Al-Ahram dilansir Jordan Times.
Pengadilan yang sama juga menghukum penjara seumur hidup secara in absentia seorang agen Mossad yang dengannya Bashar Abu Zaid dituduh bekerjasama.
Bashar Abu Zaid, 37, ditahan oleh pihak intelijen Mesir pada April 2011, dengan tuduhan menyadap sambungan telepon internasional dan mengarahkannya ke Israel sehingga Mossad bisa memantaunya.
Pengadilan berpendapat tindakan Abu Zaid itu membahayakan keamanan negara Mesir, lapor kantor berita MENA.
Jaksa juga mengatakan bahwa Abu Zaid bekerja mengumpulkan informasi tentang jumlah personel keamanan dan perlengkapan yang dipakai polisi dan tentara Mesir saat menghadapi unjuk rasa massa tahun 2011.
MENA melaporkan Abu Zaid datang ke Kairo setelah 25 Januari 2011, revolusi yang menumbangkan Mubarak 17 hari kemudian.
Saat sidang dibuka pada Oktober 2011 Abu Zaid menyatakan dirinya tidak bersalah dan menuduh jaksa telah mengubah jawaban yang diberikannya saat diinterogasi oleh petugas, lansir AFP.
Menurut media Mesir, agen Mossad yang bernama Ofir Herari berhasil melarikan diri meninggalkan Mesir, sehingga dia diadili secara in absentia.
Selain tuduhan di atas, Abu Zaid juga dituntut dengan dakwaan mengumpulkan data sebagian pegawai yang bekerja di sektor telekomunikasi dengan tujuan merekrut kandidat yang bersedia bekerja untuk Mossad, lapor Al-Ahram.*