Hidayatullah.com–Jumlah anak-anak yang tinggal di rumah singgah di Inggris meningkat dalam tiga tahun terakhir. Demikian dikatakan organisasi amal Shelter.
Lebih dari 90.000 anak-anak di England, Skotlandia dan Wales tidak memiliki rumah tetap, kata Shelter dilansir BBC (3/11/2014).
Pimpinan Shelter Campbell Robb mengatakan angka itu sama dengan ada tiga anak di setiap sekolah di Inggris yang tunawisma.
Pada kwartal kedua yang berakhir Juni2014, menurut Shelter ada 90.569 anak yang tinggal di tempat-tempat penampungan sementara di England, Skotlandia dan Wales.
Pada tahun 2011 terdapat 76.650 anak tunawisma. Itu artinya terdapat kenaikan 13.919 anak tanpa tempat tinggal dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
Para peneliti Shelter prihatin setelah mengetahui bahwa per Juni 2014 sekitar 2.130 keluarga di Inggris tinggal di losmen sederhana. Angka itu naik hampir dua kali lipat dari tahun 2011 yang mencapai 1.210 keluarga.
Keluarga-keluarga itu mengatakan kepada Shelter bahwa mereka hidup dalam perasaan tidak aman, di mana anak-anak rentan terkena narkoba dan minuman keras, perkelahian, kata-kata kasar, kotor dan rasis.
Sebagian dari keluarga itu bahkan mengaku harus tinggal hanya dalam satu kamar, menggunakan fasilitas dapur dan kamar mandi bersama orang asing, makan di atas tempat tidur atau lantai.
Orangtua mengaku terpaksa tidur satu ranjang dengan anak-anak mereka.
Sementara lainnya dilaporkan mengalami depresi, kepanikan dan anak-anak pipis di tempat tidur.
“Putra saya menjadi depresi untuk pertama kali dalam hidupnya dan tidak mau beranjak dari tempat tidur, dan anak perempuan saya bahkan mulai melukai dirinya sendiri,” kata seorang ibu.
Orangtua lainnya mengatakan kondisi tunawisma yang mereka alami mempengaruhi kemampuan anak-anaknya untuk berteman dan sekolahnya. Anak-anak harus menempuh perjalanan jauh selama 90 menit hanya untuk mencapai sekolah atau tidak bisa pergi ke sekolah.*