Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kepala Staf Presiden Prancis Menghadapi Tuduhan Korupsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juni 2018 20:52 8:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juni 2018 20:52
Bagikan
Alexis Kohler dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Bagikan

Hidayatullah.com—Aparat kejaksaan Prancis yang menangani kasus-kasus korupsi memulai investigasi atas Alexis Kohler, kepala staf Presiden Emmanuel Macron, terkait hubungannya dengan perusahaan pelayaran raksasa asal Italia MSC.

Dilansir AFP, dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin (4/6/2018) disebutkan bahwa penyidik memeriksa Kohler sebagai aparatur sipil negara yang bekerja di Kementerian Perekonomian Prancis dari tahun 2012 sampai 2016. Tahun 2014 sampai 2016 –ketika Macron menjabat menteri perekonomian, Kohler menjabat sebagai direktur kabinet di kementerian itu.

Kantor kejaksaan kejahatan finansial nasional mengatakan pihaknya akan memeriksa apakah Kohler mematuhi peraturan tentang konflik kepentingan bagi aparatur sipil ketika menangani masalah-masalah berkaitan dengan MSC.

Ibu dari Kohler adalah sepupu Rafaela Aponte, istri dari Gianluigi Aponte yang mendirikan Mediteranian Shipping Company (MSC) pada 1970 dan mengembangkannya menjadi perusahaan pelayaran kontainer dan pelayaran kapal pesiar kelas dunia.

Situs berita investigasi Prancis, Mediapart, yang pertama kali mengungkap hubungan keluarga antara Kohler dengan pemilik MSC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hal tersebut yang kebudian dijadikan dasar oleh Anticor, kelompok pro-transparansi, menggugat hukum Kohler hari Jumat lalu, lapor AFP Senin (4/6/2018).

Kantor Macron hari Senin membantah tuduhan itu dengan menyebutnya sebagai tuduhan tidak berdasar.

“Alexis Kohler dengan senang hati akan mengirimkan kepada pihak kejaksaan semua dokumen yang menunjukkan dirinya mematuhi hukum sepanjang karir profesionalnya,” kata kantor kepresidenan dalam sebuah pernyataan.

Kohler meninggalkan knator Kementerian Ekonomi Prancis pada tahun 2016 untuk bekerja di kantor MSC di Swiss sebagai direktur keuangan. Meskipun demikian, di sela-sela waktunya dia masih bekerja dengan Macron yang ketika itu sedang berjuang agar terpilih menjadi presiden Prancis.

Menyusul kemenangan Macron dalam pilpres 2017, Kohler diberi jabatan tinggi di kantor kepresidenan pada Mei 2017.

Kohler, yang tidak terlalu senang diekspos media, dikenal memiliki hubungan akrab dengan Macron. Seorang staf yang mengenal keduanya mengatakan bahwa Kohler adalah “orang terakhir yang diajak bicara pada malam hari dan orang pertama yang diajak bicara pada pagi hari oleh Macron.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya NATO Tak akan Ikut Campur Jika Iran Serang Israel
Tulisan selanjutnya Fans Ancam Membakar Seragam dan Baju Messi jika Bermain di Baitul Maqdis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
7 September 2026 13:22
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • ‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?