Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Wapres AS Dick Cheney: Interogator CIA Pahlawan bukan Penyiksa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Desember 2014 07:36 7:36 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Desember 2014 07:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney membela teknik penyiksaan terhadap para tahanan terduga teroris dengan mengatakan bahwa petugas CIA yang melakukan interogasi terhadap mereka adalah pahlawan dan bukan penyiksa.

“Saya sangat setuju sekali mereka harus diberi penghargaan, mereka seharusnya dipuji,” kata mantan wakil presiden AS tangan kanan George W Bush itu stasiun televisi NBC dalam program “Meet the Press” hari Ahad (15/12/2014) dilansir Aljazeera. “Kalau saya akan langsung melakukannya lagi.” imbuhnya.

Pernyataannya itu dikemukakan hanya beberapa hari setelah Senat AS mengeluarkan laporan hasil investigasi tentang teknik interogasi yang diterapkan oleh dinas intelijen CIA guna menanyai para tersangka serangan 9/11.

Dalam paparan yang mengerikan, laporan itu menggambarkan cara-cara penyiksaan yang keji seperti waterboarding, menggantung orang di pergelangan tangannya selama berjam-jam dan mengunci mereka di kotak berbentuk peti mati.

Laporan Senat yang lama ditunggu-tunggu itu mempertanyakan keefektifan teknik semacam itu, yang menurut kesimpulan laporan sebenarnya justru kontraproduktif. Laporan itu mengatakan metode yang digunakan tersebut “brutal”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Cheney mengatakan sangat tidak setuju dengan laporan tersebut.

“(Metode) itu berhasil. Benar-benar berhasil,” kata Cheney, yang sepekan sebelumnya mengatakan bahwa laporan Senat setebal 500 halaman itu “sangat buruk” dan “penuh dengan omong kosong.”

Laporan Senat yang dirilis hari Selasa (9/12/2014) itu menyebutkan bahwa teknik yang dipakai CIA dalam interogasi tersangka Al-Qaidah anatara lain dengan rectal rehydration dan sleep deprivation.

Rectal rehydration, yang dibela oleh para petinggi dan bekas petinggi CIA diklaim sebagai cara untuk memberi makan tahanan lewat anus dan merupakan prosedur medis yang biasa dilakukan para dokter. Padahal menurut para dokter dan psikiater yang dimintai keterangan berbagai mendia menyebutkan teknik itu bukanlah sebuah teknik medis dan tidak mungkin makanan bisa diserap oleh usus besar, dan tindakan itu sebenarnya tidak lain adalah salah satu metode penyiksaan yang dipakai pada era Inkuisisi (masa ketika orang-orang Kristen di Eropa yang dianggap melakukan bid’ah ditangkap, disiksa dan bahkan dibunuh oleh para pendukung setia Gereja Katolik Roma). “Ini merupakan salah satu bentuk penyiksaan di abad pertengahan di mana usus dibuat membengkak dengan cairan guna menghasilkan rasa sakit,” kata Dr. Stevens Miles, seorang profesor bidang kedokteran di University of Minnesota Medical School tentang rectal rehydration dikutip IBTimes.

Sementara sleep deprivation adalah cara penyiksaan dengan mencegah korban agar tidak tidur. Korban dipaksa dengan berbagai cara agar tidak bisa tidur, baik dengan suara keras, bising, dan lainnya dalam waktu lama.

Laporan Senat itu juga menyimpulkan bahwa CIA dengan sengaja mengelabui Kongres dan Gedung Putih tentang nilai informasi intelijen yang didapatnya dari teknik penyiksaan tersebut.

Meskipun sebagian pihak mengatakan bahwa Gedung Putih, dalam hal ini George W. Bush yang ketika itu menjabat presiden, tidak mengetahui adanya penyiksaan tahanan oleh CIA itu, namun sejumlah pihak mengakui bahwa sebenarnya Gedung Putih mengakui semua teknik interogasi yang dipakai CIA dan bahkan menyetujui teknik penyiksaan atasorang-orang yang dituding sebagai teroris itu. Dan hal itu dikonfirmasi oleh Dick Cheney.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tujuh Alasan Mengapa Saya Tak Masuk Syiah [1]
Tulisan selanjutnya Tujuh Alasan Mengapa Saya Tak Masuk Syiah [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?