Hidayatullah.com—Seperti halnya di Indonesia yang sebagian warganya memperingati 40 hari kematian seseorang, warga Rusia di kota Moskow berbondong-bondong meletakkan karangan bunga di tempat meninggalnya pemimpin oposisi Boris Nemtsov yang dibunuh 40 hari lalu.
Menurut tradisi di Rusia, yang mayoritas penduduknya mengikuti ajaran Gereja Orthodoks, hari keempat puluh kematian seseorang diperingati sebagai hari di mana roh seseorang mulai memasuki alam baka yang abadi, setelah pada 2 hari pertama rohnya bebas berkeliaran ke tempat-tempat yang disukainya atau ingin dikunjunginya, disusul dengan melalui berbagai macam tahap kehidupan alam roh lainnya.
Dilansir Euronews Selasa (7/4/2015) puluhan orang tampak meletakkan rangkaian bunga.
Sementara itu, seorang hakim yang masih mempertimbangkan soal legalitas penangkapan ketiga tersangka dalam hubungannya dengan kasus pembunuhan Nemtsov, telah mengeluarkan keputusan bahwa mereka masih harus mendekam di tahanan hingga sidang selanjutnya.
Ketiga orang itu adalah pria asal Chechnya. Mereka semuanya menyatakan tidak bersalah. [Baca berita sebelumnya: Bekas polisi Checnya dibayar untuk membunuh tokoh oposisi Rusia]
Nemtsov ditembak mati tidak jauh dari dinding luar kawasan pusat pemerintahan Rusia, Kremlin. Pembunuhan Nemtsov merupakan pembunuhan tokoh oposisi paling terkemuka selama 15 tahun kekuasaan Presiden Vladimir Putin.
Kematian Nemtsov menyulut aksi protes anti-Putin, yang mana para pengkritik menuding pemerintah Rusia terlibat dalam pembunuhan itu dengan menyewa pembunuh bayaran. Beberapa motif yang diduga melatarbelakangi pembunuhan tersebut juga mengemuka.
Amnesty International mempertanyakan kelayakan proses investigasi pembunuhan tokoh oposisi Rusia tersebut, yang diduga sebelum kematiannya sedang menyelidiki kasus pengiriman rahasia tentara Moskow ke Ukraina.*