Hidayatullah.com—Seorang senator dari Partai Sosialis Prancis telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa menjelang persidangannya sebagai terdakwa kasus korupsi berkaitan dengan pernikahan wisatawan China di negeri mode itu.
Jean Germain, bekas walikota Tours, didakwa mengambil keuntungan secara ilegal dari bisnis perjalanan wisatawan China yang ingin mengulangi janji pernikahan mereka di kota tersebut.
Politisi berusia 67 tahun ini meninggalkan “surat perpisahan” yang didalamnya membantah segala tuduhan.
Kematian Germain mengejutkan kalangan politisi di Prancis.
Presiden Francois Hollande menyampaikan kesedihannya, sementera Perdana Menteri Manuel Valls mengatakan dirinya kehilangan “seorang teman” dan menegaskan bahwa Germain telah melakukan perubahan besar bagi kota Tours.
Persidangan hari Selasa (7/4/2015) ditangguhkan karena Germain tidak dapat hadir.
Berbagai laporan yang dilansir BBC menyebutkan bahwa bekas walikota itu ditemukan mati tidak jauh dari rumah kediamannya. Sumber-sumber kepolisian mengatakan kematian Germain diyakini akibat bunuh diri.
Menurut isi surat bunuh diri Germain yang diserahkan pengacaranya ke media Prancis, politisi tua itu tidak tahan dengan dakwaan yang dikenakan atas dirinya dan menilai tuduhan itu bermotif politik.
“Saya tidak pernah menggelapkan uang kota satu sen pun, atau memperkaya diri sendiri, dan saya selalu bekerja demi apa yang saya yakini sebagai yang terbaik untuk warga Tours,” tulis Germain.
Antara tahun 2007 dan 2011 ratusan turis asal negeri Tiongkok mengunjungi Tours dalam paket pariwisata pernikahan.
Pemilik perusahaan swasta pengatur perjalanan itu ditangkap tahun 2013 dan duduk di kursi terdakwa sebagai pelaku penggelapan.
Lise Han yang menjalankan perusahaan tersebut pada saat yang sama bekerja di Balai Kota Tours di bagian urusan pariwisata.
Paket wisata itu tidak termasuk upacara pernikahan sungguhan bagi wisatawan China tersebut. Mereka hanya difoto mengenakan pakaian pengantin dan berpose di depan gedung Balai Kota Tours.
Germain sebagai walikota ketika itu, bahkan ikut berpose bersama wisatawan dengan mengenakan pakaian dinas resminya.
Dia dituduh mengambil untung dari paket wisata itu dan menggelapkan uang rakyat.
Germain mengaku sama sekali tidak tahu tentang “kebohoongan dan manipulasi” yang dilakukan oleh Han, tetapi mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan, karena tidak mendeteksi kecurangan anak buahnya tersebut.*