Hidayatullah.com—Seorang petugas polisi kulit putih di South Carolina, Amerika Serikat, didakwa dengan pembunuhan setelah menembak mati seorang pria kulit putih tak bersenjata.
Pihak berwenang menangkap Michael Slager, anggota Kepolisian North Charleston, pada hari Selasa (7/4/2015), setelah mengkaji video rekaman penembakan tersebut.
Pihak berwenang mengatakan bahwa korban,Walter Lamer Scott, ditembak setelah Slager melumpuhkannya dengan strum dari senjata kejut.
Departemen Kehakiman AS juga sedang melakukan investigasi atas kasus tersebut.
“Ketika kamu salah, berarti kamu salah,” kata Walikota North Charleston Keith Sumery ketika mengumumkan penangkapan Slager seperti dikutip BBC. “Ketika kamu membuat sebuah keputusan salah, tidak peduli meskipun kamu berlindung di balik perisai atau sebagai seorang warga di jalanan, kamu harus menanggung akibat dari keputusan itu.”
Sebagaimana dilaporkan media-media lokal, peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu (4/4/2015) ketika mobil Scott dihentikan karena lampu belakangnya rusak.
Sebuah video yang dipublikasikan New York Times menunjukkan terjadinya perkelahian singkat sebelum akhirnya Scott lari menyelamatkan diri. Selanjutnya video itu kemudian menampakkan Slager –yang berpakaian dinas– melancarkan tembakan bertubi-tubi ke arah Scott yang sedang berlari sehingga tubuhnya jatuh tergeletak di tanah.
Chris Stewart, seorang pengacara yang mewakili keluarga Scott, menyebut orang yang melintas yang merekam insiden penembakan itu sebagai pahlawan.
Koran lokal The Post and Courier melaporkan bahwa Scott pernah ditangkap polisi sekitar 10 kali. Kebanyakan kasusnya karena dia tidak membayar uang tunjangan anaknya atau tidak muncul di persidangan.
Saudara laki-lakinya, Anthony, kepada koran itu mengatakan bahwa dirinya yakin Scott lari dari petugas polisi karena masih belum membayar uang tunjangan untuk anaknya.
Setiap tahunnya ada ratusan kasus penembakan fatal atau pembunuhan oleh aparat kepolisian di Amerika Serikat, tetapi hanya segelintir kasus saja yang diproses di pengadilan dan petugas yang bersangkutan menjadi terdakwa, tulis BBC.
Dalam kasus di Ferguson, Missouri, yang melibatkan anggota kepolisian berkulit putih bernama Darren Wilson, seorang pemuda kulit hitam bernama Michael Brown akhirnya mati setelah mendapatkan tembakan fatal Agustus tahun lalu. Kasus penembakan itu menyulut aksi unjuk rasa di seluruh Amerika. Namun, Wilson tidak diproses lebih lanjut di pengadilan karena kasusnya ditolak oleh juri di pengadilan.*