Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Cegah Ribuan Warga Eropa Berangkat Perang ke Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Mei 2014 12:12 12:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Mei 2014 12:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Banyaknya orang asing yang bepergian ke Suriah untuk ikut ambil bagian dalam perang sipil di negara itu menimbulkan masalah tersendiri bagi negara-negara di Eropa, termasuk Turki.

“Eropa membiarkan mereka pergi dari negara-negaranya ke Turki, kemudian meminta Turki untuk mencegah mereka pergi ke Suriah,” kata Menteri Perdagangan dan Pabean Turki Hayati Yazici dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Euronews akhir April lalu dikutip Hurriyet (6/5/2014).

“Mengapa kalian [Eropa] membiarkan orang-orang itu pergi? Jika kalian tahu mereka akan pergi menuju Suriah, maka seharusnya sejak awal kalian melarang mereka bepergian,” kata Yazici.

“Warga negara kami tidak memberitahu kami bahwa mereka akan pergi dan berperang ke Suriah,” kata Yazici mengutip perkataan seorang duta besar Eropa kepada dirinya.

“Seringkali mereka pergi ke negara lain di Eropa sebelum memasuki Turki untuk kemudian pergi ke Suriah,” kata Yazici.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu seorang diplomat Turki menceritakan, “Dalam satu kasus di Prancis, ibu dari seorang pemuda datang ke bandara untuk meminta agar Turkish Airlines menghentikan putranya yang naik salah satu pesawat maskapai itu menuju Turki. Dia mengatakan putranya akan pergi ke Suriah. Tetapi Turkish Airlines tidak punya wewenang untuk mencegahnya. Mereka [pihak maskapai, red] memberitahu polisi Prancis. Tetapi setelah melalui proses interogasi pemuda itu dibebaskan.”

Pada kasus lain, pihak berwenang Jerman memberitahukan sejawat mereka di Turki bahwa mereka mengetahui adanya dua truk di sebuah kota dekat perbatasan Jerman yang membawa persenjataan untuk dikirim ke Suriah. “Kami tentu saja mencegatnya di Turki. Tetapi mengapa truk-truk itu tidak dicegat saat masih berada di wilayah Eropa?” kata diplomat Turki itu mengeluhkan pihak Eropa yang tidak mengambil tindakan. “Pada dasarnya kami memiliki masalah yang sama, di mana lebih dari 30 juta turis datang ke Turki setiap tahunnya dan kami berupaya sebaik mungkin untuk memeriksa mereka secara teliti,” imbuhnya.

Sebagian pejabat Eropa menuding pemerintah Turki menutup mata perihal banyaknya warga Eropa yang pergi ke Suriah melalui negaranya yang berbatasan langsung dengan Suriah.

Para pejabat Turki menolak tudingan Eropa yag menuduh mereka tutup mata atas permasalahan itu.

Menurut para pejabat di Ankara, lebih dari 4.000 warga negara Eropa yang diduga sebagai anggota kelompok garis keras Islam telah dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh pemerintah Turki, yang artinya mereka dilarang memasuki wilayah Turki. Sementara 500 orang yang diduga ‘jihadis’ telah dideportasi keluar Turki.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Penjarakan Tokoh Liberal
Tulisan selanjutnya Orangtua Korban Trisakti Tagih Janji SBY

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Berita
8 Juni 2026 21:00
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?