Hidayatullah.com—Konsultan medis atau dokter asing yang bekerja di Arab Saudi naik 77 persen menjadi hampir 6.000 pada tahun 2014, kata Kementerian Kesehatan hari Senin (20/4/2015) dilansir Arab News.
Penyelia Program Kunjungan Dokter Dr. Abdullah Al-Waadi mengatakan bahwa selama periode ini Kementerian Kesehatan merekrut 1.820 dokter dari berbagai negara untuk ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan di berbagai wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Program tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi beban pasien yang memiliki penyakit berat dan memangkas waktu tunggu pasien di daerah-daerah yang jauh dan terpencil.
Saat ini ada 5.668 dokter yang dikontrak di bawah program yang dimulai sejak lima tahun silam itu.
“Tahun 2011, hanya ada 417 konsultan (dokter) asing,” kata Al-Waadi yang menjelaskan bahwa para dokter itu memiliki bidang kekhususan beragam.
Lebih lanjut Al-Waadi mengatakan bahwa kementerian telah menandatangai kerjasama dengan beberapa universitas, akademi dan pusat-pusat kesehatan dari sejumlah negara sahabat seperti Mesir, Yordania, Kuba dan Pakistan untuk mendukung program itu dengan menyediakan praktisi dan konsultan medis dari berbagai disiplin. Dia mengatakan bahwa 65 persen dari kebutuhan dokter di Saudi telah berhasil dipenuhi oleh kementerian.
Keberadaan dokter-dokter spesialis di daerah-daerah yang jauh dan terpencil membantu pasien menghemat waktu, karena mereka tidak lagi dipaksa untuk pergi ke kota-kota untuk mendapatkan perawatan.
Para dokter asing itu juga bekerja sama dengan dokter setempat dan saling bertukar pengalaman di bidangnya masing-masing, kata Al-Waadi.
Dokter-dokter itu juga memberikan pelatihan kepada dokter lain untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang perkembangan terbaru di dunia kedokteran.*