Hidayatullah.com—Polisi di Jepang sedang menyelidiki ancaman mati yang ditujukan kepada Duta Besar Amerika Serikat Caroline Kennedy dan seorang diplomat AS lainnya.
Dilansir BBC Rabu (18/3/2015), Kedutaan AS di Tokyo dikabarkan mendapat telepon ancaman bulan lalu dari seorang penelepon berbahasa Inggris.
Konjen AS Alfred Magleby, yang bertugas di Pulau Okinawa, juga mendapat ancaman serupa.
Caroline Kennedy adalah putri dari mendiang presiden AS John F. Kennedy. Wanita itu ditunjuk sebagai dubes AS untuk Jepang pada Nopember 2013.
Media-media Jepang mengabarkan ancaman dari seseorang yang berbahasa Inggris itu terjadi bulan lalu. Tidak diketahui apa motif dari penelepon.
Polisi di Tokyo dan kedutaan AS menolak untuk memberikan komentar.
Seorang polisi di Okinawa tanpa menyebutkan identitasnya mengkonfirmasi kepada Associated Press bahwa kasus itu sedang diselidiki oleh pihak kepolisian, sebagaimana yang dikabarkan koran Yomiuri Shimbun.
Konjen Magleby ditempatkan di Pulau Okinawa sebelah selatan Jepang, tempat di mana terdapat pangkalan militer Amerika Serikat berkekuatan 25.000 tentara. Kehadiran tentara AS di sana ditentang oleh sebagian rakyat Jepang.
Laporan mengenai telepon berisi ancaman mati itu muncul ketika Ibu Negara AS Michelle Obama memulai lawatannya ke Jepang.
Sebelumnya pada bulan ini, dubes AS di Korea Selatan, Mark Lippert, mengalami luka-luka di wajah dan lengannya akibat sabetan pisau seorang pria yang menentang latihan gabungan militer AS dan Korsel. Pelaku serangan menganggap latihan rutin bersama Korsel-AS itu menghalangi proses penyatuan dua Korea, Selatan dan Utara.*