Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman Tahu Resiko Penerbangan Sebelum Pesawat MH17 Jatuh, Tetapi Diam Tidak Menyebarkannya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 April 2015 20:05 8:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 April 2015 16:31
Bagikan
Korban jatuhnya pesawat MH17.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Jerman sebenarnya sudah diberitahu akan resiko penerbangan di atas wilayah Ukraina tidak lama sebelum pesawat MH17 milik Malaysia Airlines ditembak jatuh saat melintasi daerah itu bulan Juli 2014, tetapi Berlin tidak menyebarkannya.

Kabel diplomatik yang dikirim dua hari sebelum bencana itu menyebutkan bahwa situasinya “sangat mengkhawatirkan,” kata media-media Jerman dikutip BBC Senin (27/4/2015).

Kabel diplomatik itu menyebutkan jatuhnya pesawat angkatan udara Ukraina pada 14 Juli 2014 dari ketinggian 6.000 meter, sebagai contoh resikonya.

MH17 tertembak jatuh tiga hari kemudian, dengan merenggut nyawa 298 orang. Pesawat itu sedang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Sebanyak 196 orang penumpangnya adalah warganegara Belanda.

Sebuah penyelidikan internasional yang dipimpin Belanda menyebutkan, salah satu skenario kecelakaan itu adalah pesawat ditembak jatuh oleh rudal Buk buatan Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penyelidik sudah meminta keterangan para saksi mengenai kedatangan peluncur roket itu di daerah yang dikuasai pemberontak Ukraina tidak lama sebelum kecelakaan terjadi. Laporan akhir mereka akan dipublikasikan pada bulan Oktober.

Menurut laporan stasiun televisi publik Jerman NDR dan WDR, serta Sueddeutsche Zeitung, kabel kementerian luar negeri telah mengkaji jatuhnya pesawat militer Antonov pada 14 Juli 2014 sebagai sebuah perkembangan signifikan, dikarenakan ketinggian posisinya ketika itu.

Boeing 777 milik Malaysia Airlines yang jatuh beberapa hari kemudian sedang terbang di ketinggian 10.000 meter.

Laporan itu menambahkan, intelijen Jerman telah berulang kali memperingatkan ancaman atas keamanan penerbangan di daerah itu.

Namun demikian, sebuah sumber di maskapai penerbangan milik negara Jerman, Lutfhansa, mengatakan kepada media di negara Hitler itu bahwa tidak ada peringatan yang disampaikan kepada pihak maskapai tentang perubahan situasi yang ada.

Tiga pesawat Lufthansa terbang di daerah sekitar kejadian pada hari malapetaka terjadi, salah satunya bahkan melintas 20 menit sebelum MH17. Adalah murni kebetulan dan keberuntungan pesawat-pesawat tersebut tidak terkena tembakan. Setelah MH17 jatuh, barulah pesawat milik maskapai Jerman lainnya menghindari daerah tersebut.

“Jika saja pemerintah telah memberikan peringatan kepada perusahaan kami berupa pemberitahuan ‘status baru’, maka tentu saja Lufthansa tidak akan terbang di atas wilayah timur Ukraina lagi,” kata sumber itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Los Angeles Berjibaku Selamatkan Rumah Mewah dari Kebakaran Hutan
Tulisan selanjutnya Innalillahi, Ulama Indonesia Asal Kalsel Yang Bermukim di Makkah Berpulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?