Hidayatullah.com—Hyon Yong-chol yang menjabat sebagai menteri pertahanan Korea Utara telah dieksekusi dengan tembakan misil anti-pesawat terbang, demikian dikatakan badan intelijen Korea Selatan kepada parlemen.
Kantor berita resmi Korea Selatan Yonhap melaporkan para wakil rakyat diberitahu oleh intelijen bahwa menteri pertahanan negara dieksekusi pada 30 April 2015 dengan menggunakan tembakan misil-anti pesawat terbang sementara ratusan orang menyaksikannya.
Hyong diyakini dieksekusi setelah dituding tidak lagi setia kepada pemimpin Korut, Kim Jong-un.
Laporan dari Korut sulit dikonfirmasi secara independen, tulis BBC Rabu (13/5/2015).
Tidak banyak keterangan rinci mengenai eksekusi tersebut, tetapi Yonhap –dengan mengutip keterangan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan– melaporkan bahwa Hyon pernah tertidur dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Kim Jong-un dan tidak melaksanakan sejumlah perintah.
Situs berita analisis NK News mengatakan Hyon terakhir kali muncul di media milik pemerintah Korut satu hari sebelum eksekusi dilakukan.
Bulan lalu, sebuah organisasi HAM bernama Committee for Human Rights in North Korea merilis laporan berupa gambar rekaman satelit yang menunjukkan aktivitas tidak biasa di daerah pusat latihan militer di Kanggon pada Oktober 2014.
Komite itu mengatakan bahwa gambar-gambar itu –yang tidak tidak bisa diverifikasi– menunjukkan sebuah perlengkapan persenjataan besar menghadap ke sebuah target dalam jarak sangat dekat. Tampak pula pemandangan di sekitarnya berupa beberapa kendaraan penumpang.
Komite itu mengatakan, “penjelasan paling masuk akal” atas gambar tersebut adalah sebuah aktivitas eksekusi sangat keji dengan menggunakan misil anti-pesawat yang disaksikan oleh sejumlah orang.
Tidak banyak yang diketahui tentang sosok Hyong Yong-chol. Dia diyakini mendapatkan pangkat jenderal sekitar tahun 2010, dan ikut ambil bagian dalam kepanitiaan prosesi pemakaman mendiang pemimpin Korut Kim Jong-il Desember 2011 yang mengidikasikan peningkatan peran penting dirinya di lingkungan atas Korut. Hyong ditunjuk sebagai menteri pertahanan tahun lalu.
Sejak dipimpin Kim Jong-un, Korut melakukan sejumlah eksekusi atas tokoh-tokoh penting negeri gingseng itu. Eksekusi yang paling diingat publik mungkin berkaitan dengan Chang song-thaek, paman Kim Jong-ul sendiri, yang pernah menduduki posisi teratas kedua dalam garis kepemimpinan negara itu. Chang ditangkap Desember 2013 disaksikan secara langsung oleh para hadirin pertemuan besar partai, dengan tuduhan penghkhianatan,lalu tidak lama kemudian dieksekusi.*