Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Buruh Amerika Serbu Markas Besar McDonald’s Menuntut Kenaikan Upah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Mei 2015 02:01 2:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Mei 2015 05:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekitar 1.000 demonstran anti-gaji rendah menyampaikan petisi dengan 1 juta tanda tangan ke markas besar McDonald’s di Oak Brook, Illinois. Sepuluh orang perwakilan dari demonstran itu diizinkan masuk ke kantor pusat restoran cepat saji itu untuk menyerahkan petisinya.

Kelompok “Fight for 15” itu, yang menuntut agar Mcdonald’s membayar gaji buruhnya paling sedikit $15 per jam, berjalan menuju kantor pusat McDonald’s pada hari Kamis pagi (21/5/2015) lapor Russia Today.

Para demonstran berteriak, “Kami pekerja, pekerja yang sangat, sangat kuat, berjuang demi keadilan,” kutip Chicago Tribune yang melaporkan unjuk rasa berjalan dengan damai.

“Menurut saya mereka tidak paham seperti apa rasanya memiliki penghasilan seperti yang kami dapatkan. Mereka harus datang ke salah satu gerai kami dan bekerja di sana. Coba datang dan periksa setelah dua pekan, sebanyak apa [upah] yang kami dapat dan apakah mereka bisa hidup dengan [uang sejumlah] itu,” kata Corey Anderson, seorang buruh McDonald’s yang mendapatkan bayaran $8,25 per jam setelah bekerja untuk restoran cepat saji itu selam 2,5 tahun, kepada Associated Press.

Pria itu mengaku gajinya separuh habis untuk menyewa tempat tinggal dan biaya kebutuhan sehari-hari. Dia butuh tambahan uang untuk menunjang hidupnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Polisi yang berjaga-jaga di jalan dekat markas McDonald’s memperingatkan para pengunjuk rasa bahwa mereka akan memasuki wilayah properti privat.

Unjuk rasa itu digelar bertepatan dengan pertemuan tahunan para pemegang saham McDonald’s, yang berlangsung mulai pukul 9 pagi waktu setempat.

Demonstrasi sebelumnya pada hari Rabu mampu menarik perhatian sekitar 2.000 pengunjuk rasa. Di antara mereka bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Kansas City dan New York City. Polisi terpaksa menutup daerah itu.

CEO McDonald’s yang baru, Steve Easterbrook, bulan lalu mengumumkan akan membayar gaji pegawai di restoran McDonald’s yang dimiliki perusahaan (sebagian gerai McDonald’s dimiliki investor waralaba) sebesar $1 di atas upah minimum daerah setempat mulai 1 Juli mendatang. Pada akhir 2016 nanti upah buruh akan mencapai $10 per jam.

Para aktivis mengkritik kenaikan upah yang dianggap masih belum mencukupi itu. Dan kebijakan dari kantor pusat McDonald’s tersebut hanya mencakup sekitar 90.000 buruh dari 660.000 buruh yang bekerja untuk jaringan restoran cepat saji itu. Kebanyakan buruh McDonald’s dipekerjakan oleh investor waralaba, bukan oleh McDonald’s secara langsung.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Los Angeles Tuntut Produksi Air Minum Kemasan Nestle Dihentikan
Tulisan selanjutnya Penghuni Penjara Anak di Inggris yang Dikelola G4S Diperlakukan Buruk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?