Hidayatullah.com—Sekitar 1.000 demonstran anti-gaji rendah menyampaikan petisi dengan 1 juta tanda tangan ke markas besar McDonald’s di Oak Brook, Illinois. Sepuluh orang perwakilan dari demonstran itu diizinkan masuk ke kantor pusat restoran cepat saji itu untuk menyerahkan petisinya.
Kelompok “Fight for 15” itu, yang menuntut agar Mcdonald’s membayar gaji buruhnya paling sedikit $15 per jam, berjalan menuju kantor pusat McDonald’s pada hari Kamis pagi (21/5/2015) lapor Russia Today.
Para demonstran berteriak, “Kami pekerja, pekerja yang sangat, sangat kuat, berjuang demi keadilan,” kutip Chicago Tribune yang melaporkan unjuk rasa berjalan dengan damai.
“Menurut saya mereka tidak paham seperti apa rasanya memiliki penghasilan seperti yang kami dapatkan. Mereka harus datang ke salah satu gerai kami dan bekerja di sana. Coba datang dan periksa setelah dua pekan, sebanyak apa [upah] yang kami dapat dan apakah mereka bisa hidup dengan [uang sejumlah] itu,” kata Corey Anderson, seorang buruh McDonald’s yang mendapatkan bayaran $8,25 per jam setelah bekerja untuk restoran cepat saji itu selam 2,5 tahun, kepada Associated Press.
Pria itu mengaku gajinya separuh habis untuk menyewa tempat tinggal dan biaya kebutuhan sehari-hari. Dia butuh tambahan uang untuk menunjang hidupnya.
Polisi yang berjaga-jaga di jalan dekat markas McDonald’s memperingatkan para pengunjuk rasa bahwa mereka akan memasuki wilayah properti privat.
Unjuk rasa itu digelar bertepatan dengan pertemuan tahunan para pemegang saham McDonald’s, yang berlangsung mulai pukul 9 pagi waktu setempat.
Demonstrasi sebelumnya pada hari Rabu mampu menarik perhatian sekitar 2.000 pengunjuk rasa. Di antara mereka bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Kansas City dan New York City. Polisi terpaksa menutup daerah itu.
CEO McDonald’s yang baru, Steve Easterbrook, bulan lalu mengumumkan akan membayar gaji pegawai di restoran McDonald’s yang dimiliki perusahaan (sebagian gerai McDonald’s dimiliki investor waralaba) sebesar $1 di atas upah minimum daerah setempat mulai 1 Juli mendatang. Pada akhir 2016 nanti upah buruh akan mencapai $10 per jam.
Para aktivis mengkritik kenaikan upah yang dianggap masih belum mencukupi itu. Dan kebijakan dari kantor pusat McDonald’s tersebut hanya mencakup sekitar 90.000 buruh dari 660.000 buruh yang bekerja untuk jaringan restoran cepat saji itu. Kebanyakan buruh McDonald’s dipekerjakan oleh investor waralaba, bukan oleh McDonald’s secara langsung.*