Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penghuni Penjara Anak di Inggris yang Dikelola G4S Diperlakukan Buruk

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Mei 2015 01:59 1:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Mei 2015 05:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para staf yang bekerja di penjara untuk anak-anak yang dikelola oleh perusahaan keamanan swasta, G4S, memperlakukan para penghuninya dengan buruk, demikian diungkapkan lembaga pengawas pendidikan di Inggris.

Ofsted (Office for Standards in Education, Children’s Services and Skills), lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi bidang pendidikan di Inggris, mengungkapkan laporan itu setelah melakukan inspeksi atas fasilitas Rainsbrook Secure Training Centre di Warwickshire yang dikelola G4S pada bulan Februari.

Apa yang terjadi di fasilitas itu sama sekali tidak bisa diterima, kata Ofsted.

Ofsted memberikan penilaian “tidak layak” untuk fasilitas yang dikelola oleh G4S tersebut. Penilaian buruk itu mendorong kelompok kampanye Howard League for Penal Reform menyerukan ditutupnya penjara anak yang dikelola swasta tersebut.

Para staff berperilaku “sangat tidak pantas” terhadap anak-anak muda yang berada di bawah binaannya, sehingga menyebabkan mereka merasakan “tekanan batin dan penghinaan,” kata Ofsted dalam laporannya seperti dikutip Russia Today hari Rabu (20/5/2015).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penjara untuk anak itu dibuka tahun 1999, dengan daya tampung 87 anak laki-laki dan perempuan berusia 12 hingga 18 tahun.

Layanan pendidikan dan kesehatan disediakan oleh perusahaan jasa keamanan G4S. Perusahaan yang memiliki cabang di banyak negara ini dikenal penuh kontroversi dan cukup banyak mendapat tuduhan pelanggaran HAM di negara terkait.

Ofsted mengatakan, saran dokter seringkali diabaikan oleh manajer senior pengelola fasilitas itu. Artinya, seorang narapidana anak penderita patah tulang yang seharusnya segera mendapatkan perawatan, bisa dibiarkan tanpa pertolongan hingga 15 jam lamanya.

Petugas inspeksi menyoroti tidak adanya laporan tentang insiden-insiden pelanggaran semacam itu.

Sebagian staf yang bekerja di fasilitas tersebut juga kedapatan sedang dalam kondisi teler di bawah pengaruh narkoba ketika menjalankan tugasnya. Tidak hanya itu, mereka bahkan membantu anak-anak di sana untuk menggunakan narkoba.

CEO dari Howard League, Frances Crook, mendesak agar penjara anak itu ditutup.

“Ini merupakan laporan tentang penjara yang terburuk yang pernah saya lihat, karena isinya berupa serangkaian pelanggaran-pelanggaran atas anak-anak muda yang tidak punya tempat untuk menyelamatkan diri,” kata aktivis wanita itu dalam pernyataannya.

“Penjara anak yang dikelola untuk mendatangkan uang ini penuh dengan rahasia dan dari sejak awal seharusnya tidak didirikan. Rainsbrook harus ditutup secepatnya. Tidak ada anak yang aman di dalam penjara ini.”

Direktur Pelayanan Anak di G4S, Paul Cook, berdalih sejak dibuka 16 tahun lalu baru kali ini fasilitas yang dikelola perusahaannya itu mendapatkan nilai buruk. Biasanya tempat itu mendapatkan presikat “baik” atau “sangat baik” setelah diinspeksi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buruh Amerika Serbu Markas Besar McDonald’s Menuntut Kenaikan Upah
Tulisan selanjutnya Terima Kasih Muslimin Aceh Telah Membantu Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?