Hidayatullah.com—Petugas penjaga pantai Italia hari Jumat (29/5/2014) mengatakan bahwa pihaknya telah menyelamatkan lebih dari 3.300 migran dari Laut Tengah (Mediterania) dalam kurun waktu 24 jam.
Kapal-kapal kecil bermotor yang dijejali dengan banyak orang terus melakukan perjalanan berbahaya menyeberangi Laut Tengah, terutama dari Libya. Dalam operasi penyelamatan itu petugas mendapati 17 orang meninggal dunia di atas beberapa kapal, lapor Euronews.
Italia tertimpa beban operasi penyelamatan di Laut Tengah sebab negaranya dijadikan batu loncatan bagi migran untuk menuju negara-negara Eropa lainnya. Namun belakangan, angkata laut dari Irlandia dan Jerman ikut membantu operasi penyelamatan itu, seiring dengan seruan Uni Eropa agar negara-negara anggotanya memberikan sumbangsih lebih besar dan aktif dalam mengatasi krisis migran di Laut Tengah.
Komisi Eropa sudah memiliki rencana untuk membagi rata beban krisis migran itu dan memindahkan puluhan ribu migran dari Italia dan Yunani ke negara-negara anggotanya. Namun, hingga kini rencana tersebut masih mendapatkan penentangan.
Ribuan orang asal Benua Afrika dan Timur Tengah nekat menyeberangi Laut Tengah dengan menumpang kapal-kapal kecil penuh sesak demi menyelamatkan diri karena negaranya dilanda konflik bersenjata. Tetapi, tidak sedikit dari mereka yang pergi menuju Eropa dengan harapan mendapatkan penghidupan ekonomi yang lebih baik.
Sedikitnya 35.000 migran sudah mencapai pantai Eropa tahun ini. Sekitar 1.800 orang menemui ajalnya atau hilang di tengah laut.*