Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Intelijen akan Verifikasi Kematian 2 Pria Australia Anggota ISIS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juni 2015 21:14 9:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juni 2015 21:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Intelijen Australia akan berusaha melakukan verifikasi atas laporan kematian dua orang pria warga Australia di Mosul, wilyah Iraq yang dikuasai kelompok bersenjata ISIS/ISIL, kata Menteri Luar Negeri Julie Bishop.

Khaled Sharrouf dan Mohamed Ekomar berangkat ke Timur Tengah untuk bergabung dengan ISIS, dan dalam foto yang diunggah ke media sosial pernah berpose menenteng kepala orang Suriah yang dipenggal.

Kematian mereka pertama kali dikabarkan oleh Australian Broadcasting Corporation (ABC) Senin malam (22/6/2015), lansir Aljazeera.

Hari Selasa Bishop mengatakan kabar kematian itu memunculkan kemungkinan akan repatriasi anak-anak Sharrouf ke Australia.

Koran-koran dari kelompok media Fairfax melaporkan bulan lalu bahwa keluarga dari Tara Nettleton –istri Sharrouf yang merupakan seorang mualaf– berupaya untuk membawa pulang tiga putra Sharrouf yang masih kecil dan dua putri remajanya dari Suriah ke rumah mereka di Sydney.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Putra Sharrouf yang berusia 7 tahun pernah membuat masyarakat dunia tercengang dan merinding melihat fotonya ketika sedang menenteng kepala seorang pria Suriah yang dipenggal.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry ketika itu mengatakan bahwa itu merupakan “satu dari foto-foto paling meresahkan, membuat perut mual, dan paling mengerikan yang pernah ditampakkan.”

Bishop mengatakan kematian Sharrouf harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum Australia mempertimbangkan untuk merepatriasi keluarganya.

“Kami memahami bahwa ada anggota-anggota keluarganya di Suriah atau Iraq dan laporan ini harus diverifikasi, baru kemudian kami akan mencoba untuk emngontak mereka,” kata Bishop kepada ABC.

Meskipun demikian, pemerintah tidak menjamin mereka pasti bisa dipulangkan ke Australia.

“Hal itu akan sangat tergantung pada keadaan dan masukan yang diterima dari badan-badan intelijen kami saat itu,” kata Bishop.

Sharrouf yang dilahirkan di Sydney juga tercatat sebagai warganegara Libanon. Kasusnya menjadi dasar pengajuan rancangan undang-undang baru ke parlemen pada hari Rabu ini, yang isinya memungkinkan pemerintah untuk mecabut status kewarganegaraan para tersangka “teroris” yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Undang-undang itu akan otomatis mencabut kewarganegaraan Australia dari orang-orang yang terbukti bersalah melakukan tindak terorisme, atau tersangka pelaku tindakan yang berkaitan dengan terorisme.

Pemerintah Australia bahkan sudah meloloskan undang-undang baru yang menjadikan kunjungan ke Mosul atau ke Provinsi Raqqa –yang merupakan basis kekuatan ISIS– sebagai tindakan kriminal.

Pemerintah memperkirakan setengah dari 120 warganegara Australia yang melakukan perjalanan ke Iraq atau Suriah untuk bergabung dengan ISIS/ISIL adalah pemilik kewarganegaraan ganda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Islam Bisa Bantu Rakyat Palestina dengan “Jihad Harta”
Tulisan selanjutnya WikiLeaks: Amerika Menyadap 3 Presiden Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?