Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aktor, Akademisi dan Politisi Turki Kecam Perlakuan China Terhadap Muslim Uighur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juni 2015 11:21 11:21 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juni 2015 11:21
Bagikan
Salah satu unjuk rasa pro-Uighur (Turkistan TImur).
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah 28 orang dibunuh di Turkistan Timur selama bulan Ramadhan ini, para aktor, akademisi dan politisi di Turki ramai-ramai bersuara mengecam pemerintah China dan menyeru agar diberikan kebebasan terhadap penduduk di Daerah Otonom Xinjiang.

Menurut laporan majalah Aktuel hari Kamis lalu yang dikutip Today’s Zaman (28/6/2015), pembunuhan di Turkistan Timur itu terjadi setelah sebuah mobil tidak berhenti di sebuah pos pemeriksaan di kawasan tersebut. Dua anggota Kepolisian China dikabarkan membuntuti kendaraan itu dan kemudian menikam para penumpang di dalamnya. Anggota polisi lain yang datang menyusul, lalu menembaki “para tersangka” yang kelihatan di lokasi tersebut. Sebanyak 28 orang tewas akibat serangan brutal aparat China itu.

Di Ankara, organisasi pemuda afiliasi Partai Gerakan Nasionalis (MHP), Ulku Ocaklari, menyelenggarakan shalat ghaib bagi para korban pembunuhan oleh aparat China itu. Shalat digelar di Masjid Mustafa Asim Koksai di Kecioren.

Dalam kesempatan itu, Olcay Kilavuz, ketua dari Ulku Ocaklari, menyampaikan pernyataan pers yang menyebutkan bahwa bendera merah Turki setara dengan bendera biru Turkistan Timur (bendera keduanya mirip hanya berbeda warna, red).

Kilavuz mengatakan anggota-anggota Ulku Ocaklari akan melanjutkan perjuangan guna membantu saudara-saudara mereka di Turkistan Timur, hingga titik darah penghabisan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Associate professor Savaz Egilmez dari jurusan sejarah di Universitas Ataturk di Erzurum bergabung dengan para akademisi lain mengritik keras pemerintah China yang saat ini melarang warga Uighur di Turkistan Timur melakukan puasa Ramadhan, lapor kantor berita Anadolu.

“Kita harus melakukan segala upaya yang kita mampu untuk menghentikan penindasan ini,” kata Egilmez.

Sementara itu aktor Turki, Sahan Gokbakar, menyebarkan gambar lewat media sosial yang menunjukkan bendera Turkistan Timur dengan cipratan darah berbentuk bendera Republik Rakyat China. Dalam akunnya di Instagram dia menulis, “Kebebasan bagi Turkistan Timur.”

Beberapa tahun belakangan, ratusan orang telah terbunuh dalam kekerasan di Xinjiang yang memicu perlakuan lebih keras lagi oleh aparat pemerintah terhadap warga Muslim di kawasan itu. Kelompok-kelompok orang Uighur di pengasingan mengatakan kebijakan represif China telah memicu kekerasan di wilayah mayoritas Muslim tersebut. Namun, hal itu dibantah Beijing. Pemerintah China menuding kekerasan yang terjadi di wilayah Uighur itu dipicu oleh aksi terorisme oleh kelompok-kelompok Muslim dan menuding warga Turkistan Timur ingin mendirikan negara sendiri, memberontak dan memisahkan diri dari China.

Pemerintah China sedang berusaha melakukan rekayasa demografi dengan memasukkan orang-orang etnis Han (suku mayoritas di China) ke wilayah Xinjiang yang sejak ratusan tahun lalu merupakan wilayah tempat tinggal mayoritas Muslim. China ingin kawasan yang kaya dengan sumber minyak dan mineral itu tidak lagi didominasi warga Muslim. Bentrokan antara warga etnis Han dan non-Muslim dengan penduduk Muslim sering terjadi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bom Meledak di Depan Konsulat Saudi di Kairo
Tulisan selanjutnya Kapal Marianne Ditangkap Zionis di Perairan Internasional Saat Menuju Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?