Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Suram di Amerika, Bos Blackwater Pindah ke Abu Dhabi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2010 18:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Raja perusahaan tentara bayaran AS, Erik Prince, memilih untuk hijrah–atau mungkin lebih tepatnya melarikan diri–ke Abu Dhabi, setelah menghadapi berbagai macam tuntutan pengadilan terkait perusahaan jasa keamanannya.

Sebagaimana dilansir The New York Times (17/8/2010), dokumen-dokumen pengadilan menyebutkan, Erik Prince pemilik Blackwater Worldwide, perusahaan yang sedang berusaha untuk dijual dan para petingginya menghadapi tuntutan kriminal, telah meninggalkan Amerika Serikat menuju Abu Dhabi.

Prince yang pernah berdinas di Navy Seals dan mewarisi sebuah perusahaan spareparts kendaraan bermotor di Michigan, meninggalkan Amerika setelah mendapat sejumlah tuntutan kriminal serta penyelidikan Kongres terkait Blackwater, mantan eksekutif, serta staf-stafnya yang lain. Perusahaan Prince, yang kini bernama Xe Services, telah meraup untung jutaan dollar dari pemerintah AS sejak tahun 2001.

Para kolega dan mantan koleganya mengatakan, Prince sedang berupaya menjalankan usaha jasa keamanan untuk pemerintah di negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Menurut mereka, Prince juga kecewa dengan pandangan negatif publik atas perusahaannya.

“Dia perlu keluar dari Amerika,” ujar salah seorang koleganya yang berbicara secara anonim kepada New York Times.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Prince sendiri tidak menghadapi tuntutan kriminal, tapi lima orang mantan eksekutifnya dituntut atas kasus perdata, didakwa melakukan berbagai tindak kriminal dan konspirasi. Dua orang pengawal yang bekerja untuk sebuah perusahaan yang berafiliasi dengan Blackwater menghadapi tuntutan kasus pembunuhan dalam sebuah peristiwa penembakan di tahun 2009. Dan Departemen Kehakiman AS sedang berusaha menuntut kembali lima mantan pengwal Blackwater yang dituduh membunuh 17 warga sipil Iraq pada tahun 2007.

Beberapa tahun terakhir, Kongres AS juga melakukan penyelidikan atas aktivitas Blackwater di Iraq dan Afghanistan, termasuk sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh komite intelijen di DPR Amerika atas keterlibatannya dalam usulan program pembunuhan yang diajukan CIA.

Jurubicara Prince, Mark Corallo, dan pengacara perdatanya di Washingon, Richard L. Beizer menolak memberikan komentar apapun.

Dalam dokumen tuntutan perdata yang dimasukkan pekan lalu oleh mantan pegawai Blackwater yang menuding Prince telah menipu pemerintah AS, disebutkan bahwa ia berusaha menghindar memberikan kesaksian dengan alasan dirinya telah pindah ke Abu Dhabi pada saat anaknya harus masuk sekolah di sana pada tanggal 15 Agustus. Dalam dokumen yang ada di pengadilan federal Virginia, pengacaranya menyebutkan bahwa Abu Dhabi adalah tempat tinggal Prince sekarang. Kesaksiannya kini dijadwalkan akan  dilakukan di sana pekan depan, demikian kata pengacara yang menanganinya.

Prince menjadi terkenal sejak terjadi perang di Iraq. Blackwater menjadi nama yang paling diakui dalam industri penyedia jasa keamanan swasta yang sedang booming. Perusahaan yang didirikan Prince tahun 1997 itu tumbuh pesat, memenangkan sejumlah kontrak dengan Departemen Luar Negeri AS, CIA dan Pentagon.

Seiring perkembangan, para pengawalnya dikenal sebagai prajurit bayaran yang berlagak bak jagoan cowboy, yang senang menggunakan kekuatan senjata berlebih-lebihan dalam mengawal para diplomat AS. Hal itu menimbulkan kemarahan Iraq dan gesekan dengan militer AS.

Kasus terbesar yang melibatkan Blackwater terjadi pada September 2007, ketika para pengawal konvoinya memulai tembakan di Lapangan Nisour, Baghdad. Saat itu mereka tiba-tiba menembakkan senapan-senapan mesinnya, peluncur granat dan senjata-senjata lain ke arah warga sipil Iraq. 17 orang warga sipil tewas seketika. Lima orang pengawal lantas dituntut ke meja hijau, tapi seorang hakim federal membebaskan mereka dari semua dakwaan. Kini Dephan AS berusaha mengajukan banding.

Peristiwa pembunuhan di Lapangan Nisour itu membuat Departemen Luar Negeri AS membatalkan kontrak pengamanan diplomatiknya di Iraq dengan Blcakwater.

Meskipun jelas-jelas pemerintah AS yang mengajak Blackwater berpetualang di Iraq, tapi rupanya mereka tidak ingin menanggung getah sendiri. Departemen Kehakiman hingga saat ini terus melakukan penyelidikan guna mengetahui apakah Blackwater menyuap para pejabat pemerintah Iraq agar mendapat izin operasi di negara itu pascainsiden Nisour.

Pada tahun 2009, setelah sekian lama menjadi buan-bulanan, Prince mengubah nama Blackwater dan merombak total manajemennya. Dia menjual sektor penerbangan di perusahaannya awal tahun ini dan akhirnya menempatkan seluruh bagian perusahan, termasuk kantor pusat dan kompleks pelatihannya yang besar di Moyock, North Carolina, dalam daftar jual pada bulan Juni 2010.[di/nyt/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bantuan dan Propaganda di Banjir Pakistan
Tulisan selanjutnya Persaingan Calon Ketua Umum Ansor Memanas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?