Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inilah Alasan Mengapa Pendeta Hongaria Resah Kehadiran Pengungsi Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 September 2015 09:02 9:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 September 2015 09:02
Bagikan
Pengungsi Suriah di Hungaria: Sudah menderita, dikejar-kejar aparat pula
Bagikan

Hidayatullah.com—Dukungan Paus Fransicus yang menyerukan pesan kepada umatnya agar membuka pintu gereja, biara, serta rumah mereka lebar-lebar kepada para pengungsi Suriah yang datang membanjiri Eropa, ditentang seorang pendeta Hongaria.

Pendeta Hongaria Laszlo Kiss-Rigo, yang negaranya paling banyak kedatangan para pengungsi Suriah menyatakan bahwa pesan Paus Francis itu salah besar.

“Ini bukan arus migrasi, ini invasi,” ujar Pendeta Laszlo Kiss-Rigo, yang pengaruhnya di bagian selatan negara tersebut cukup besar.

“Mereka tiba di sini sambil menyerukan ‘Allahu Akbar’. Mereka akan mengambil alih (negara ini),” tambahnya sebagaimana dikutip laman www.washingtonpost.com minggu ini.

Pendeta Laszlo Kiss-Rigo1a
Laszlo Kiss-Rigo: “Mereka tiba di sini sambil menyerukan ‘Allahu Akbar’. Mereka akan mengambil alih (negara ini)”

 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kata-kata Pendeta tersebut menunjukkan adanya konflik kepercayaan di Eropa tentang bagaimana harus menerima sekelompok pria, wanita, dan anak-anak yang kebanyakan Muslim ke dalam lingkungan yang didominasi Kristiani.

Di satu sisi, ada seruan dari Paus Francis mengenai kasih dan amal kepada para imigran ini, dan di sisi yang lain, mereka memiliki pandangan tersendiri tentang bagaimana kedatangan para imigran ini akan mengganggu karakteristik Kristiani yang telah ada di Eropa, seperti yang diungkapkan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban. Dan negaranya menurut padanya. Meskipun negara-negara Katolik lainnya di Eropa menuruti kata-kata Paus untuk memberikan tempat, hal tersebut tidak terjadi di Hongaria. Tidak tampak aktivitas para pemuka agama yang merespon kata-kata Paus.

Orban bertindak lebih jauh dengan berusaha menghentikan puluhan juta orang tersebut untuk datang ke Hongaria dengan memperlambat perjalanan mereka atau menjebloskan mereka ke penjara. Orban membayarnya dengan pandangan sinis dunia bahwa dirinya hanya seorang nasionalis yang penuh omong kosong.

Meski begitu, Kiss-Rigo mendukung Perdana Menteri-nya. “Aku setuju dengan Perdana Menteri. Paus Francis tidak tahu kondisi sebenarnya,” katanya. Situasi sebenarnya, menurut Kiss-Rigo, adalah Eropa diinvasi oleh sekelompok orang yang tampaknya hanyalah pengungsi biasa, namun memberikan tantangan terbesar kepada ideologi oxymoron, nilai-nilai Kristiani yang universal.

Meskipun kebanyakan migrant yang datang ke Hongaria adalah pengungsi Suriah, dimana perang di sana telah menelan lebih dari 320.000 korban jiwa selama 4 tahun terakhir, Kiss-Rigo memandang mereka tidak pantas mendapatkan bantuan karena kebanyakan dari mereka ‘punya uang’, meninggalkan sampah di tempat penampungan mereka, dan menolak saat diberikan makanan.

“Kebanyakan dari mereka bersikap sangat arogan dan sinis,” ujar Kiss-Rigo yang telah 9 tahun menjadi Pendeta di aera yang dihuni sekitar 800.000 Katolik.

Hal sebaliknya diungkapkan oleh mereka yang menolong para migran tersebut di Stasiun Kereta Sentral Budapest dan di perbatasan, dimana ratusan pengungsi menunggu kereta ke Eropa Barat. Mereka mengungkapkan bahwa para migran tersebut sangat membutuhkan bantuan dan mereka dengan senang hati menerimanya.

Sebuah pemandangan langka di stasiun yang sibuk tersebut. Dengan para wanita mencari baju yang cocok untuk mereka dari gunungan baju-baju sumbangan dan anak-anak bermain dengan bola-bola mereka, mendapatkan libur dari situasi perang yang menghantui mereka di kampung halaman.

“Saat aku datang ke stasiun, tempat itu penuh dengan anak-anak dan bayi,” ujar Mark Balasz, seorang pramugara. “Aku punya tiga orang anak. Aku membayangkan apa yang akan terjadi jika perang pecah di sini. Aku akan melakukan persis seperti apa yang mereka lakukan,” ujarnya dikutip laman washingtonpost.com.

Selama beberapa minggu belakangan, Balasz dan ratusan relawan lainnya menghabiskan siang dan malam di stasiun membagikan makanan, baju, dan popok donasi dari Migration Aid, sebuah organisasi relawan di Hongaria yang baru muncul beberapa bulan yang lalu untuk mengisi bidang yang ditinggalkan oleh pemerintah dan organisasi amal lainnya yang lebih dulu berdiri.

Bagi Eva Vargas, seorang dokter berusia 63 tahun yang memberikan pengobatan dan pemeriksaan gratis bagi para pengungsi di stasiun, tidak masalah apapun agama pasiennya.

“Bagiku tidak ada pasien Kristen dan pasien non-Kristen. Yang ada hanyalah pasien, dan aku merasa aku harus membantu mereka.”

Meskipun mereka tidak didukung oleh organisasi amal lainnya yang lebih besar, terutama organisasi Kristiani, usaha mereka tidak sia-sia. Seseorang meninggalkan kata-kata yang ditulis dengan kapur di dinding stasiun, berbunyi, “Hongaria, kamu punya orang-orang baik.”*/Tika Af’idah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BudapestHongariaMuslimPendeta Kiss-Rigopengungsi Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wasekjen MUI: Waspadai Kehalalan Kerupuk Kulit
Tulisan selanjutnya Juru Bicara Komat Ajak Khotib Jum’at Bahas Tema Tolikara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?