Hidayatullah.com—Dua pesawat kargo Rusia pembawa 80 ton bantuan kemanusiaan telah mendarat di Suriah. Demikian lapor media pemerintah Suriah dilansir BBC.
Berita itu muncul ditengah-tengah kabar yang menyebut bahwa pemerintah Moskow memberikan bantuan militer kepada rezim Bashar Al-Assad.
Pesawat-pesawat itu mendarat di pangkalan udara dekat kota Latakia, benteng pertahanan Presiden Bashar Al-Assad.
Rusia berpihak kepada rezim Assad sejak perang sipil pecah di Suriah pada 2011 hingga saat ini.
Para pengamat mengatakan bahwa tanpa bantuan dari Kremlin, mungkin rezim Bashar Al-Assad sudah tumbang saat ini.
Menurut jubir Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov, pesawat-pesawat Rusia itu terbang ke Latakia pada hari Sabtu (12/9/2015) dengan membawa barang-barang keperluan untuk membangun tenda-tenda pengungsi.
Konashenkov mengatakan barang-barang yang dibawa termasuk tempat tidur, kasur, kompor, tanki air dan makanan.
Awal pekan ini, Amerika Serikat dan NATO mengutarakan kekhawatirannya akan Rusia yang meningkatkan kehadiran militernya di Suriah.
Kremlin membantah mengirim bantuan militer kepada Suriah, tetapi Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan hari Kamis bahwa Rusia akan mengirimkan lebih banyak bantuan jika Suriah memintanya.
“Rusia mengirim pesawat-pesawat ke Suriah membawa baik peralatan militer sesuai dengan kontrak saat ini dan juga bantuan kemanusiaan,” kata Lavrov.
“Rusia tidak mengambil langkah-langkah tambahan.”
Para pejabat AS mengatakan Rusia kemungkinan memberikan bantuan militer tambahan kepada Presiden Assad karena dia kehilangan cukup banyak wilayah yang jatuh ke tangan pasukan oposisi.
Pasukan rezim baru-baru ini kehilangan kontrol atas sebuah pangkalan udara penting di Provinsi Idlib bagian timur laut Suriah.
Selasa lalu, Bulgaria menolak memberikan izin kepada pesawat Rusia untuk melintasi wilayah udaranya, karena khawatir Rusia mengangkut bantuan militer tambahan untuk pemerintah Suriah.
Menyusul penolakan itu Rusia kemudian mengumumkan bahwa pesawatnya telah mendapatkan izin untuk melewati wilayah Iran untuk mencapai Suriah.
Hari Rabu, para pejabat di Washington sebagaimana dikutip Reuters mengatakan bahwa Moskow telah mengirimkan lebih banyak pesawat dan dua tank ke pangkalan laut Rusia yang berada di kota pesisir pantai Tartus, Suriah.*