Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berpendapat Holocaust Tidak Ada, Nenek Usia 87 Tahun Ini Dibui

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 November 2015 06:51 6:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 November 2015 06:50
Bagikan
Ursula Haverbeck mengatakan Holocaust adalah kebohongan terbesar dalam sejarah.
Bagikan

Hidayatullah.com—Berpendapat bahwa peristiwa Holocaust –pembantaian orang-orang Yahudi di Jerman– itu tidak ada, seorang nenek berusia 87 tahun dihukum penjara selama 10 bulan oleh sebuah pengadilan di kota Hamburg, Jerman.

Dilansir Deutsche Welle Jumat (13/11/2015), Ursula Haverbeck mengatakan dalam persidangan hari Kamis lalu bahwa kamp konsentrasi yang menurut cerita menjadi tempat pembantaian 1,25 juta penghuni penjara antara tahun 1940 dan 1945 hanyalah “sekedar kepercayaan saja”, bukan kejadian nyata.

Wanita tua yang dijuluki media di Jerman dengan “Nazi-Oma” (nenek Nazi) itu kabarnya sebelum ini telah memiliki catatan kriminal berupa dua denda, serta hukuman percobaan dalam kasus hasutan untuk memberontak melawan pemerintah.

Warga kota Vlotho, sebelah barat Jerman, itu pernah menjabat sebagai ketua sebuah pusat pelatihan kelompok kanan-jauh, yang ditutup tahun 2008 karena dituduh menyebarkan propaganda Nazi.

Nenek Haverbeck diciduk aparat dan diajukan ke meja hijau setelah pada bulan April lalu mengatakan bahwa “Holocaust adalah kebohongan terbesar dan yang paling lama berkelanjutan (dipercayai, red) dalam sejarah.” Hal itu dikatakannya saat berunjuk rasa di luar gedung pengadilan di mana mantan anggota pasukan elit Nazi Oskar Groning, 94, diadili.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ya, memang benar saya mengatakan hal itu,” kata Haverbeck di depan persidangannya tanpa menunjukkan rasa penyesalan. Wanita itu kemudian menantang pengadilan untuk membuktikan bahwa Auschwitz benar-benar sebuah kamp kematian.

Menanggapi pernyataan Haverbeck, hakim Bjoern Joensson berkata, “Tak ada gunanya berdebat dengan orang yang tidak dapat menerima fakta.”

“Tak perlu bagi saya untuk membuktikan kepadamu bahwa bumi itu bulat,” kata hakim menambahkan.

Hakim Joensson berpendapat wanita itu menghabiskan umurnya untuk menyebarkan omong kosong.

Para aktivis kanan-jauh yang berbondong-bondong datang hari Kamis lalu, untuk memberikan dukungan kepada nenek Haverbeck, menuntut agar mereka diperbolehkan masuk ke ruang persidangan.

Ketika Haverbeck digiring keluar usai menjalani sidang, mereka memberikan tepukan tangan sebagai dukungan kepada wanita tua itu.

Meskipun banyak orang Eropa yang meyakini isu Holocaust hanyalah taktik dari orang-orang Yahudi agar mendapatkan kompensasi perang, sejumlah negara Eropa memiliki peraturan perundangan yang mengkriminalkan orang-orang yang berpendapat bahwa Holocaust itu tidak pernah terjadi, sementara pada saat yang sama pemerintah mereka mengklaim negaranya mengakui kebebasan berpendapat dan berekspresi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kata Rusia Kelompok Syiah Hizbullah Bukan Teroris
Tulisan selanjutnya Tak Mau Membaptis Anak Pasangan Homoseksual, Gereja Mormon Diprotes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Satu Nyawa Yahudi Setara 10 Juta Warga Palestina, Pengacara ‘Israel’ Serukan Pembersihan Etnis

Berita
1 Agustus 2026 14:28
Serangan Udara Saudi ke Iraq Menarget Milisi Pro-Iran, Bukan Negara Iraq
Usai Jadi Pemimpin Politik Hamas, Khalil al-Hayya Langsung Bertemu Menlu Turki
Muhammadiyah Tegaskan Kripto Tetap Haram Jadi Mata Uang, Ini Dasar Hukumnya Menurut Syariat
Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak

Terbaru

  • Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
  • Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
  • Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah
  • ‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza
  • Ukraina Tidak akan Pernah Bergabung dengan NATO, Kata Mantan Jenderal Ternama
  • Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
  • Wisuda Perdana SMI Semarang, Belasan Mualaf Terima Bantuan Alat Shalat
  • Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid
  • Gelombang Kekerasan Pemukim Ilegal ‘Israel’ Kini Menyasar Gereja Armenia di Tepi Barat yang Diduduki
  • Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?