Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Mau Membaptis Anak Pasangan Homoseksual, Gereja Mormon Diprotes

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 November 2015 08:21 8:21 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 November 2015 08:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kebijakan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (Church of Jesus Christ of Latter-day Saints atau LDS Church, atau biasa disebut Gereja Mormon) yang menolak untuk membaptis anak-anak dari pasangan homoseksual mengundang protes di Amerika Serikat.

Sedikitnya 1.000 orang berkumpul di markas besar Gereja Mormon di Salt Lake City, Utah, untuk memprotes kebijakan yang dianggap diskriminatif itu, serta mengajukan surat pengunduran diri sebagai jemaat gereja tersebut.

“Sulit bagi orang untuk meninggalkan gereja. Perlu lama untuk mengambil keputusan ini. Keputusan tersebut telah direnungkan dan tidak dianggap enteng,” kata Brooke Swallow, salah seorang penyelenggara unjuk rasa kepada Reuters hari Ahad (15/11/2015).

Tidak jelas apakah orang-orang yang ikut menulis surat pernyataan pengunduran diri sebagai jemaat itu semuanya adalah orang yang aktif rajin datang ke gereja. Banyak di antara pengunjuk rasa yang mengaku dibesarkan dalam lingkungan kepercayaan Gereja Mormon, tetapi mereka juga mengakui bahwa sudah bertahun-tahun tidak pernah ikut kebaktian di gereja.

Dalam kebijakan barunya, gereja secara eksplisit melarang pembabtisan anak yang dibesarkan oleh pasangan homoseksual sampai anak itu berusia 18 tahun (dewasa menurut hukum). Pejabat gereja mengatakan keputusan itu dibuat agar anak-anak tidak terjebak dalam tarik-menarik antara ajaran yang ditanamkan di rumah dengan gereja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami tidak ingin melihat orang-orang meninggalkan gereja, khususnya mereka yang sedang menghadapi masalah dalam hidupnya,” kata jurubicara gereja Eric Hawkins. “Sangat penting anggota-anggota kami untuk membaca apa yang dikatakan para pemimpinnya, dan tidak mengandalkan kepada sumber-sumber lain atau menginterpretasikan atau memikirkan kata orang.”

Kebijakan baru yang disebarkan ke seluruh pimpinan lokal Gereja Mormon di berbagai belahan dunia itu mengundang diskusi panas di website-website penganut ajaran Gereja Mormon. Padahal jemaatnya, yang dianggap konservatif dibanding Evangelis itu, biasanya jarang mempertanyakan kebijakan gereja.

Menyusul keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada musim panas lalu, yang melegalkan perkawinan sesama jenis secara nasional, para pemimpin Gereja Mormon ingin menarik garis batas yang jelas agar kebijakan para pemuka agamanya selaras. Demikian menurut pernyataan pihak gereja dalam situsnya.

Didirikan pada abad ke-19 di Amerika Serikat, Gereja Mormon mengklaim memiliki 15 juta pengikut dan 85.000 misionaris yang tersebar di seluruh dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berpendapat Holocaust Tidak Ada, Nenek Usia 87 Tahun Ini Dibui
Tulisan selanjutnya Kantin Akademik Halal Thoyyib Diharapkan Melahirkan Generasi Jujur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?