Hidayatullah.com–Konvoi bantuan sudah mulai masuk di Madaya, kota yang dikuasai pemberontak di Suriah, untuk menyalurkan bantuan makanan cukup untuk 40.000 orang selama satu bulan.
PBB mengatakan iring-iringan pertama sudah mulai masuk pada Senin (10/01/2016), demikian kutip BBC.
Secara keseluruhan terdapat lebih dari 60 truk yang dioperasikan oleh PBB, Komite Palang Merah Internasional, Sabit Merah Suriah dan Badan Pangan PBB (WFP).
Iring-iringan itu bertolak dari Damaskus menuju Madaya, Foah dan Kefraya pada Senin pagi.
Konvoi sejak hari Senin menuju 3 kota di Suriah di mana pengepungan oleh pasukan yang pro-pemerintah bashar telah mengakibatkan orang kelaparan dan meninggal pelan-pelan.
Konvoi mengangkut bahan makanan seperti beras, minyak goreng, tepung, gula, garam, susu formula. Bantuan yang diangkut juga meliputi selimut, obat-obatan dan perlengkapan kesehatan.
Konvoi yang terdiri dari Palang Merah, Bulan Sabut Merah dan PBB berkumpul sebelum menuju Madaya dari Damaskus, dan menuju al Foua dan Kefraya di provinsi Idlib, Suriah, 11 Januari 2016.
Pengangkutan itu diperkirakan akan mencapai Madaya, dekat perbatasan Lebanon, dan Fuaa serta Kafraya di provinsi Idlib dekat perbatasan Suriah dengan Turki.
Usaha tersebut adalah operasi bersama antara Palang Merah Internasional, Sabit Merah Suriah dan PBB setelah pemerintah Suriah setuju pekan lalu untuk mengizinkan bantuan lewat.
Seorang wartawan BBC memuat video pada media sosial hari Senin (11/01/2016), yang katanya, menunjukkan konvoi PBB menuju Madaya dari Damaskus, perjalanan 50 kilometer.
Tetapi organisasi-organisasi yang membawa bantuan itu belum melaporkan bahwa bantuan kebutuhan pokok itu sudah sampai ke kota-kota tadi, hanya memberi indikasi bahwa kendaraan mereka dekat daerah-daerah tersebut.
Kaum sipil di ketiga daerah itu telah menderita dalam pertempuran hampir 5 tahun antara militer Presiden Bashar al-Assad dan berbagai kelompok pemberontak yang menentangnya.
Pemberontak menguasai Madaya, dan selama berbulan-bulan pasukan pro-pemerintah telah memblokade kota berpenduduk kira-kira 42 ribu orang itu. Terakhir Madaya menerima bantuan pangan adalah bulan Oktober. PBB dan Syrian Observatory for Human Rights mengatakan orang telah meninggal karena kelaparan. Organisasi bantuan “Dokter Tanpa Tapal-Batas” menambah lima orang ke daftar yang terus bertambah itu hari Minggu.
“Madaya sekarang sudah menjadi penjara udara terbuka bagi kira-kira 20 ribu orang, termasuk bayi, anak-anak, dan kaum lansia,” kata Direktur operasi Dokter Tanpa Tapal-Batas, Brice de le Vingne dalam pernyataan organisasi itu pekan lalu dikutip Voice of America.
Menurut PBB, laporan-laporan yang dapat dipercaya menyebutkan banyak warga di sana sekarat karena kelaparan. [Baca: 400.000 Penduduk Suriah Terancam Kelaparan di Madaya yang Terkepung]
Madaya, terletak sekitar 25 kilometer dari ibu kota Suriah, Damaskus dan sekitar 11 kilometer dari garis perbatasan dengan Libanon.*