Hidayatullah.com—Pejabat-pejabat senior Jerman menyatakan khawatir Rusia menggelar kampanye disinformasi di Jerman, dengan tujuan membuat pemerintahan pimpinan Kanselir Angela Merkel buruk di mata masyarakat melalui media massa.
Pemerintah Berlin sudah memerintahkan intelijen mereka untuk menyelidiki masalah itu, demikian menurut laporan koran Suddeutsche Zeitung hari Jumat (19/2/2016) seperti dilansir Deutsche Welle. Menurut harian itu, Merkel, Kementerian Luar Negeri Jerman, serta Presiden Joachim Gauck berminat untuk mengetahui dan menunggu hasil penyelidikannya.
Sejumlah pengamat Jerman mengatakan beberapa bulan terakhir Rusia berusaha menjelek-jelekkan citra pemerintah lewat laporan berbagai kejadian di negara itu, seperti kasus pelecehan seksual massal di malam Tahun Baru di Cologne dan krisis migran.
Bulan lalu media Rusia merilis berita, yang kemudian beredar luas, tentang seorang gadis muda Rusia yang konon diculik dan diperkosa di Berlin. Meskipun polisi Jerman tidak menemukan bukti-bukti adanya kejadian itu, kabar beritanya mencuat ke seantero dunia sementara Menteri Luar Negeri Rusia menuding Jerman menutup-nutupi kasus itu.
Menyusul serangan seksual massal di Cologne, situs-situs Rusia mengabarkan bahwa kejadian itu direncanakan oleh intelijen Amerika Serikat, CIA, tulis koran Suddeutsche Zeitung. Menurut media Rusia yang mengabarkan berita itu, CIA membayar pelaku untuk melancarkan serangan seksual massal.
“Kami ingin mengetahui ada agenda apa dibalik itu,” tulis Suddeutsche Zeitung mengutip sumber tim investigasi.
Menurut koran Jerman itu, para pakar pemerintah Berlin khawatir laporan buruk yang dibuat media Rusia merupakan bagian dari kampanye sistematis, seperti yang biasa dilakukan oleh intelijen Rusia, KGB, di masa Perang Dingin.
Saat ini beberapa media berbasis di Rusia beroperasi juga di wilayah Jerman, seperti Russia Today dan Sputnik. Namun, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan media Rusia melakukan pelanggaran di Jerman.*