Hidayatullah.com—Hak-hak kaum pecinta sesama jenis dan homofobia sepertinya akan menjadi isu utama kampanye pemilihan presiden Polandia, yang tertunda karena wabah coronavirus, setelah con incumbent berjanji akan “melindungi anak-anak dari ideologi LGBT”.
Andrej Duda, capres incumbent, yang bermitra dengan partai penguasa saat ini Partai Hukum dan Keadilan (PiS), mengutarakan janji itu ketika meluncurkan apa yang disebutnya sebagai “piagam keluarga”. Langkah itu sepertinya menjadi upaya Duda untuk mendulang suara dukungan dari kalangan konservatif, lansir The Guardian Jumat (12/6/2020).
Setelah jadwal pemilu presiden digeser dari 10 Mei ke 28 Juni akibat wabah coronavirus, Wali Kota Warsawa Rafal Trzaskowski yang beraliran liberal pendukung LGBT masuk dalam bursa capres dan siap menantang Duda. Jajak pendapat menunjukkan keduanya memiliki pendukung yang nyaris seimbang.
Piagam Keluarga yang disodorkan Duda tidak mendukung perkawinan gay atau sesama jenis dan menolak adopsi anak oleh pasangan homoseksual, yang disebut Duda sebagai ideologi atau paham asing. Piagam itu juga ingin melarang propaganda ideologi LGBT di sekolah-sekolah dan institusi-institusi publik.
Pemerintah Polandia saat ini dan tokoh-tokoh gereja di negara itu dalam berbagai kesempatan membandingkan “ideologi LGBT” dengan komunisme,naziisme, dan wabah penyakit. Uskup Agung Krakow Marek Jedraszewski menggunakan pidato keagamaannya dalam memperingati Corpus Christi hari Kamis (11/6/2020) untuk mengecam ideologi-ideologi asing yang disebutnya “melecehkan institusi perkawinan dan keluarga”.
Berdasarkan survei tahun lalu, pesan-pesan itu rupanya berkesan di masyarakat. Ketika diminta menyebutkan ancaman terbesar apa yang dihadapi Polandia, jawaban populer di kalangan pria berusia 40 tahun ke bawah adalah “gerakan LGBT dan ideologi gender”.*