Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Membom Rumah Sakit dan Tewaskan 42 Orang Sipil, Tentara Amerika Hanya Dihukum Disipliner

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Maret 2016 12:04 12:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Maret 2016 07:14
Bagikan
Papan pemberitahuan di rumah sakit MSF di Kunduz, Afghanistan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat memberikan hukuman disipliner kepada lebih dari sepuluh personel militernya, yang melakukan serangan udara atas sebuah rumah sakit Medecins Sans Frontieres (MSF) dan menewaskan 42 orang di Kunduz, Afghanistan, tahun lalu.

Pentagon telah mengakui bahwa pasukannya menyerang target yang salah, tetapi tidak satu pun prajuritnya yang dikenai gugatan kriminal.

Dilansir BBC dari Associated Press Kamis (17/3/2016), sanksi atas tentara AS yang tidak diungkapkan ke publik itu hanya bersifat administratif. Sebagian diberi peringatan resmi dan sebagian lainnya diberhentikan sementara dari tugasnya. Mereka yang dihukum hanya personel level bawah dan menengah dan tidak ada jenderal yang diberi sanksi.

Seorang juru bicara dari MSF mengatakan pihaknya tidak akan memberikan komentar sampai Pentagon memberikan penjelasan lengkap ke publik.

Tindakan disipliner itu diambil setelah Pentagon melakukan penyelidikan atas serangan salah sasaran tersebut. Laporan hasil penyelidikan itu diharapkan diungkap ke publik pekan depan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Oktober 2015, pesawat tempur Amerika Serikat menyerang rumah sakit MSF di kota Kunduz. Amerika Serikat berdalih bahwa tempat itu menjadi persembunyian bagi militan Taliban, yang ketika itu baru saja berhasil menguasai daerah itu dari tangan pasukan asing.

Pejabat pemerintah Afghanistan, yang merupakan boneka Amerika Serikat, mengatakan bahwa anggota-anggota Taliban menguasai bangunan rumah sakit itu. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut dan MSF sendiri berkata tidak ada kelompok bersenjata yang masuk ke sana.

Akibat serangan yang menyebabkan rumah sakit tersebut rusak parah, MSF angkat kaki dari Kunduz.

Jenderal John Campbell, komandan pasukan AS di Afghanistan kala itu, menyebut serangan itu sebagai kecelakaan tragis yang disebabkan oleh kesalahan manusia dan seharusnya dapat dihindari.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta maaf atas serangan udara itu, yang termasuk serangan dengan korban sipil terbanyak sejak pasukan AS dan sekutunya menduduki Afghanistan 15 tahun silam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sepuluh Juta Jiwa Terancam Kelaparan, Ethiopia Minta Bantuan Pangan Internasional
Tulisan selanjutnya Syirik di Sekitar Kita (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?