Hidayatullah.com–Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keamanan ‘Israel’ Benny Gantz akan menyetujui 1.700 unit permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Keputusan tersebut diduga karena prospek pemilihan umum yang semakin dekat, lapor The New Arab.
Menurut laporan hari Rabu (11/11/2020) oleh Yediot Aharonot, langkah itu tampaknya terkait dengan Gantz yang berusaha memenuhi tuntutan pemukim ‘Israel’ menjelang kemungkinan pemilihan baru. Hal itu seiiring potensi persaingan antara Partai Biru dan Putih dan Likud untuk mendapatkan suara sayap kanan.
‘Israel’ sedang mencari celah dalam peraturan pasar properti saat ini yang memungkinkan penjualan tanah Palestina di Tepi Barat yang diduduki jika pembeli mengklaim tidak tahu siapa pemilik aslinya. Langkah itu dilakukan hanya beberapa jam setelah Gantz mengancam pemilihan baru jika pemerintah koalisi antara Partai Biru dan Putih dan Likud Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak dapat diputuskan.
“Pemilihan bukanlah yang dibutuhkan untuk Negara ‘Israel’,” kata Gantz kepada wartawan pada Selasa (10/11/2020) malam. “Kami bergabung dengan pemerintah untuk mencegah pemilu saat krisis. Untuk menghindari pemilu, diperlukan anggaran dan pemerintahan fungsional. Jika kondisi ini terpenuhi, pemilu tidak akan diperlukan. Jika kondisi ini tidak terpenuhi, ternyata ya, kami akan membutuhkannya,” tambahnya.
Permukiman sering menjadi masalah kontroversial selama waktu pemilihan dengan partai-partai sayap kanan ‘Israel’ yang sering menjadi kaki tangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki untuk memenangkan lebih banyak suara.*