Hidayatullah.com—Pasukan rezim Suriah pimpinan Bashar Al-Assad dan sekutu-sekutunya merebut kembali pusat kota Al-Qaryatain dari kelompok yang menyebut dirinya sendiri sebagai Negara Islam alias ISIS, setelah beberapa hari lalu menguasai kembali kota tua Palmyra.
ISIS menguasai Al-Qaryatain pada Agustus 2015 dan menculik ratusan penduduknya, tetapi kemudian banyak yang dibebaskan.
Kelompok pemantau konflik Suriah bentukan pro-oposisi yang berbasis di London, Syrian Observatory for Human Rights, hari Ahad (3/4/2016) mengatakan bahwa masih terdapat kantong-kantong pertempuan di bagian timur kota tetapi ISIS menarik diri, lapor BBC Senin (4/4/2016).
Jika rezim Assad berhasil menguasai kota Al-Qaryatain, itu akan memberikan kekuatan tambahan kepada pasukannya. Pasukan rezim akan memiliki basis pertahanan guna melancarkan serangan terhadap kelompok ISIS di dekat perbatasan Iraq, kata Observatory.
Seorang jenderal angkatan darat mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah “memulihkan keamanan dan stabilitas Al-Qaryatain beserta daerah pertanian di sekitarnya” dan akan memotong jalur suplai ISIS antara timur dan daerah Pegunungan Qalamun di sebelah barat.
Al-Qaryatain terletak sekitar 80 km dari Palmyra, kota yang di dalamnya banyak tersisa bukti peradaban manusia dari masa ribuan tahun silam yang dianggap sebagai warisan dunia dan dilindungi oleh UNESCO.*