Rabu, 26 Oktober 2005
Hidayatullah.com–Kapolda Bali, I Made Mangku Pastika, menyatakan rasa frustrasi dengan tidak adanya kemajuan yang dicapai dalam melacak orang-orang yang bertanggung jawab atas tiga kasus bom bunuh diri awal bulan ini yang menewaskan 20 orang.
Kapolda Mangku Pastika, yang memimpin investigasi serangan bom Bali tahun 2002, mengatakan penyebar-luasan gambar kepala ketiga pembom bunuh diri itu tidak membuahkan banyak hasil.
Belum ada seorangpun yang dinyatakan sebagai tersangka di balik serangan bom tersebut.
Ketiga pembom bunuh diri itu menewaskan 20 orang ketika mereka meledakkan ransel berisi bom di restoran-restoran yang ramai tanggal satu Oktober lalu.
Padahal, sebelumnya, Polri telah mengeluarkan sayembara denga iming-iming ratusan juta untuk mengenali pelaku bom Bali II dan dua orang buronan kelas satu untuk kasus sejumlah peledakan bom di tanah air.
Iming-iming ini pernah disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Makbul Padmanegara di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/10).
Makbul menjelaskan, polisi telah mencetak 200 ribu poster berukuran besar. Poster tersebut 100 ribu eksemplar bergambar Noordin M Toop dan Dr Azahari dan 100 ribu poster berisi gambar 3 kepala pelaku bom Bali II. Selain itu, polisi juga mencetak 200 ribu eksemplar poster berukuran kecil yang akan disebarkan langsung ke masyarakat. "Untuk poster besar khusus ditempel di setiap kecamatan dan semua Polda," ujar Makbul.
Dalam poster terbaru yang dikeluarkan Mabes Polri, tertulis ‘Bila anda mengenal wajah ini, silahkan lapor diberi hadiah Rp 100 juta’. Di bawahnya ada foto-foto pelaku bom di Kafe Nyoman Jimbaran, Kafe Menega Jimbaran dan Raja’s Bar dan Restaurant Kuta Square dengan posisi tampak depan, samping kiri dan samping kanan.
Sedangkan dalam poster terbaru Dr Azahari dan Noordin M Top polisi akan memberikan hadiah Rp 1 miliar bagi semua orang yang memberikan informasi maupun menangkapnya.
Dalam poster tersebut, ada wajah baru Dr. Azahari yang tampak lebih muda dan klimis. Meski demikian, dicantumkan ciri-ciri Azahari. Antara lain tinggi badan 170 cm, kulit sawo matang, selalu membawa tas kecil di pinggang, jarang bicara dan usia sekitar 45 tahun. Meski poster sudah berada di mana-mana, tak seorangpun bisa dikenali hingga kini. (abcn/cha)