Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kritik Pemerintah Malaysia, Jangan Harap Bisa Pergi ke Luar Negeri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Mei 2016 20:55 8:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Mei 2016 20:55
Bagikan
Puluhan ribu warga Malaysia turun ke jalan menuntut PM Najib Razak turun dari jabatan
Bagikan

Hidayatullah.com—Departemen Imigrasi Malaysia dikabarkan mulai melarang para kritikus pemerintah bepergian ke luar negeri. Tindakan itu diambil di tengah semakin maraknya seruan agar Perdana Menteri Najib Razak mundur.

Peraturan itu, yang diberlakukan sejak beberapa bulan silam, memberikan kewenangan kepada Departemen Imigrasi untuk melarang tukang-tukang kritik pengecam pemerintah bepergian ke luar negeri sampai tiga tahun atas permintaan pihak berwenang. Demikian dilansir Deutsche Welle dari koran Malaysia, Star, hari Rabu (18/5/2016).

“Siapa saja yang mencaci pemerintah atau ‘memburukkan kerajaan’ dengan cara apapun akan dilarang bepergian ke luar negeri,” kata sebuah sumber dari Departemen Imigrasi Malaysia, seraya menambahkan bahwa hanya direktorat jenderal departemen itu saja yang berwenang untuk membatalkannya. Memburukkan kerajaan maksudnya bersuara menentang pemerintah.

Siapa saja yang berbicara menyudutkan pemerintah saat berada di luar negeri, juga akan dikenai sanksi yang sama jika dia kembali ke Malaysia, lapor Star.

Dirjen Departemen Imigrasi Malaysia Sakib Kusmi membenarkan adanya peraturan semacam itu, seraya menambahkan bahwa memiliki paspor Malaysia adalah keistimewaan dan bukan hak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pemerintah memiliki keleluasaan untuk mengeluarkan, menangguhkan atau mencabut dokumen perjalanan,” kata Sakib Kusmi.

Korban dari peraturan itu sudah ada. Pekan lalu aktivis sosial Maria Chin Abdullah, ketua Koalisi untuk Pemilu Bersih dan Adil alias Bersih dilarang bepergian ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan di bidang HAM.

Bersih tahun lalu menyelenggarakan unjuk rasa besar-besaran memprotes dan menuntut PM Najib Razak mundur, menyusul masalah keuangan yang membelit 1MDB, lembaga finansial yang didirikan Najib Razak. Wanita aktivis itu juga terlibat dalam aksi “Selamatkan Malaysia” yang mengumpulkan tanda tangan warga untuk mendesak Najib Razak meletakkan jabatannya.

Tidak jelas berapa banyak pengkritik pemerintah Malaysia yang sudah dilarang bepergian ke luar negeri akibat lidah tajamnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu Cavusoglu: Saya Mundur Jika Rusia Punya Bukti Turki Bantu ISIS
Tulisan selanjutnya Pejuang Oposisi Berhasil Pertahankan Jalan al-Zara – Hur Bnafsu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Berita
3 September 2026 13:38
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?