Hidayatullah.com—Pejabat-pejabat Nigeria mengkonfirmasi kabar bahwa mereka berhasil menemukan salah satu dari gadis-gadis yang diculik Boko Haram di Chibok tahun 2014.
Pejabat militer Sani Usman mengatakan gadis tersebut ditemukan hari Selasa (17/5/2016) di desa Baale dekat Damboa, beberapa kilometer jauhnya dari lokasi penculikan dua tahun silam.
“Ini untuk mengkonfirmasi bahwa satu dari pelajar-pelajar putri Chibok yang diculik … ada di antara orang-orang yang diselamatkan oleh pasukan kami,” kata Usman kepada para reporter seperti dilansir Deutsche Welle.
Gadis itu, yang dikabarkan media bernama Amina Ali atau Falmata Mbalala, ditemukan oleh sebuah kelompok vigilante (warga yang main hakim sendiri) yang kemudian menyerahkannya kepada militer, demikian menurut Allen Manasseh seorang juru bicara masyarakat Chibok. Kedua orangtuanya dan wakil kepala sekolah Chibok ikut mengidentifikasi gadis itu.
Yakubu Nkeki, ketua dari kelompok Orangtua Gadis Chibok yang Diculik, juga mengkonfirmasi nama gadis tersebut. Nkeki mengatakan gadis itu berusia 17 tahun ketika diculik. “Dia anak perempuan tetangga saya,” imbuh Nkeki. “Mereka membawanya ke rumah saya.”
Lawan Zannah, sekretaris perkumpulan orangtua gadis Chibok yang diculik, mengatakan bahwa gadis remaja itu membawa bayi ketika ditemukan.
Menurut gubernur negara bagian Borno, Kashim Shettima, saat ini gadis itu sedang dalam perjalanan menuju ibukota negara bagian, Maiduguri.
Kelompok Boko Haram menculik 276 pelajar putri dari sekolah menegah di bagian timur laut Nigeria dua tahun silam. Sekitar 50 dari mereka berhasil melarikan diri beberapa jam setelah penculikan, sedangkan ratusan sisanya hingga hari Rabu (18/5/2016) belum diketahui nasibnya.
Perlawanan bersenjata Boko Haram sejak 2009 sejauh ini telah mengakibatkan hilangnya nyawa 17.000 orang dan sedikitnya 2,6 juta warga Nigeria dan negara tetangga kehilangan tempat tinggal.
Lima negara anggota Uni Eropa bersekutu memukul mundur Boko Haram di sejumlah daerah. Meskipun demikian kelompok bersenjata itu masih menduduki sejumlah daerah dan melancarkan serangan-serangan mematikan.*