Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ukraina Larang Gorbachev Masuk karena Dukung Invasi Rusia di Krimea

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Mei 2016 07:05 7:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Mei 2016 07:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak keamanan Ukraina hari Kamis (26/5/2016) mengatakan pihaknya melarang Mikhail Gorbachev masuk ke negaranya, karena pemimpin Uni Soviet terakhir itu mendukung aneksasi Rusia atas Krimea.

Badan Keamanan Nasional (SBU) mengatakan tokoh berusia 85 tahun itu dilarang masuk Ukraina selama 5 tahun.

“Oleh karena secara terbuka mendukung aneksasi Krimea, Mikhail Gorbachev dilarang memasuki Ukraina selama 5 tahun,” kata SBU lewat Twitter seperti dikutip AFP.

Di laman Facebook juru bciara SBU Olena Gitlyanska mengatakan bahwa Gorbachev dilarang masuk “dengan alasan keamanan, khususnya karena secara terbuka mendukung aneksasi militer atas Krimea.”

Rusia secara resmi menganeksasi Krimea sejak 2014 lewat referendum kontroversial, setelah sebelumnya mengerahkan pasukan ke wilayah Ukraina itu guna mengambil alih lembaga-lembaga penting dan pangkalan-pangkalan militer.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gorbachev, dulu pengkritik keras Kremlin yang sekarang menjadi pendukung moderat Presiden Vladimir Putin, hari Ahad lalu mengatakan bahwa dia akan melakukan hal yang sama atas Krimea jika dia berada dalam situasi serupa.

“Saya selalu berpihak pada keinginan bebas rakyat dan kebayakan orang di Krimea ingin bersatu kembali dengan Rusia,” kata Gorbachev dalam wawancara dengan media Inggris The Sunday Times.

Kebanyakan penduduk Krimea memilih untuk bergabung dengan Rusia dalam referendum yang hanya diakui oleh segelintir negara seperti Suriah pimpinan Bashar Al-Assad dan Korea Utara.

Uni Eropa dan Amerika Serikat mengecam aneksasi atas Krimea itu sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorial Ukraina dan meresponnya dengan menjatuhkan sanksi atas Rusia.

Aneksasi Krimea diikuti oleh pemberontakan kelompok separatis pro-Moskow di wilayah timur Ukraina, yang sejak pertempuran dimulai sudah menghilangkan nyawa 9.300 orang. Akibatnya, hubungan Moskow dengan negara-negara Barat terpuruk ke titik paling rendah sejak pascaera Perang Dingin.

Awal pekan ini ketika menanggapi kabar kemungkinan dirinya akan dilarang bepergian ke Ukraina, Gorbachev –yang sejak awal mendukung aneksasi Krimea oleh Rusia– mengatakan dia memang tidak punya rencana untuk mengunjungi negara itu.

“Tidak apa-apa. Saya tidak pergi ke sana dan tidak akan pergi ke sana,” kata Gorbachev kepada kantor berita RIA Novosti.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadilah Santri yang Percaya Diri, Anti Rendah Diri!
Tulisan selanjutnya KBRI Islamabad Dorong Realisasi Kontrak PT DI dengan AU Pakistan senilai US$ 17 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah

Berita
30 September 2026 19:02
Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi

Terbaru

  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
  • Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
  • Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?