Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengungkap Kasus Pedofilia Tentara Perdamaian PBB Mengundurkan Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juni 2016 11:06 11:06 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2016 11:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang staf Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengungkap kasus pedofilia oleh personel pasukan perdamaian PBB asal Prancis di Republik Afrika Tengah (CAR) telah mengundurkan diri, sebagai bentuk protes karena pelaku tidak ditindak dan justru mendapat kekebalan hukum.

Anders Kompass mengatakan bahwa PBB gagal melakukan penyelidikan secara layak perihal dugaan anggota tentara Prancis mencabuli anak-anak termasuk yang baru berusia 8 tahun di negara CAR.

Menurut Kompass orang-orang yang melakukan kejahatan tersebut masih belum ditindak.

Kompass adalah direktur operasi lapangan di kantor HAM PBB di Jenewa. Pengunduran dirinya berlaku efektif bulan Agustus mendatang, lapor BBC Rabu (8/6/2016).

Pihak berwenang di Prancis mengatakan mereka sedang menyelidiki tuduhan tersebut dan akan menghukum siapa saja yang dianggap bertanggung jawab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam wawancara dengan kantor berita IRIN, Kompass mengatakan dia meninggalkan jabatannya karena kekebalan hukum penuh diberikan kepada orang-orang yang –dalam berbagai level jabatan– telah menyalahgunakan kewenangan mereka. Selain itu, para pejabat PBB terkait tidak menunjukkan penyesalan atas perlakuan mereka terhadap dirinya. Sebagai informasi, investigasi oleh PBB pada bulan Mei 2015 menyatakan Kompass tidak bersalah dalam tuduhan membocorkan dokumen rahasia dalam kasus itu, dan dia harus dipekerjakan kembali.

“Hal itu membuat mustahil bagi saya untuk tetap bekerja di sana,” ujarnya.

Pada Juli 2014 Kompass membocorkan laporan rahasia perihal dugaan kejahatan seksual tentara PBB terhadap anak-anak di CAR ke kejaksaan di Prancis, yang merupakan negara bekas penjajah CAR. Kompass berdalih PBB teralu lamban dalam bertindak menangani kasus itu.

Pihak berwenang di Prancis sekarang sedang menyelidiki 14 tentara dalam hubungannya dengan laporan yang dibocorkan Kompass itu.

Sebuah kajian oleh pakar-pakar independen pada bulan Desember 2015 mengungkap bahwa terjadi “kegagalan institusional parah” oleh PBB dalam menanggapi kasus tersebut.

Laporan kajian independen itu mengatakan bahwa anak-anak semuda usia 9 tahun di CAR didorong untuk melakukan hubungan seks dengan imbalan uang atau makanan.

Hilel Neuer direktur eksekutif dari kelompok UN Watch mengatakan kepada AFP bahwa Kompass, seorang warganegara Swedia yang telah bekerja di PBB selama 30 tahun, sekarang banyak dipandang sebagai seorang “pahlawan yang ingin melindungi anak-anak tak berdosa, yang mana sikap itu bertentangan dengan sikap para pejabat PBB.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajaran dari Sang Legenda: Konsistensi dan Istiqomah
Tulisan selanjutnya LBH Jakarta Minta Polisi Lepaskan 3 Tokoh Gafatar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?