Hidayatullah.com—Sebuah kebakaran besar terjadi di dekat pengkalan militer NATO di distrik Buca, Izmir, Turki. Pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan sabotase, lapor media lokal dilansir Russia Today hari Ahad (24/7/2016).
Si jago merah dikabarkan mulai mengamuk pada hari Sabtu malam, di daerah perbatasan antara distrik Sahintepe dengan Mevkiinde. Api melahap lahan kosong berumput dan dipenuhi tanaman, lalu menyebar mendekati pangkalan militer NATO karena angin kencang.
Menurut laporan CNN Turk api juga mengancam daerah pemukiman di sekitarnya, dan telah melalap sebuah rumah jompo dan taman didekatnya.
Meskipun serdadu NATO yang ditempatkan di pangkalan itu berusaha keras memadamkan kobaran api, si jago merah terus mendekati gudang senjata milik NATO, lapor T24 News. Stasiun televisi itu juga mengatakan aksi sabotase dicurigai terjadi dalam peristiwa itu.
Api mengancam Allied Land Command (LANDCOM), pangkalan militer NATO di Sirinyer (Buca), di Izmir, Turki. LANDCOM bertugas meningkatkan efektivitas dan waktu reaksi dari pasukan darat NATO ketika dibutuhkan untuk menghadapi suatu keadaaan krisis internasional.
Berdasarkan program berbagi senjata nuklir yang dibuat Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu, Washington menyimpan persenjataan nuklirnya di luar negeri dalam jumlah besar di Turki. Diperkirakan, berdasarkan beberapa laporan, jumlahnya mencapai 50 senjata nuklir. Namun, senjata-senjata nuklir itu ditempatkan di pangkalan Incirlik –yang sempat ditutup menyusul percobaan kudeta yang gagal beberapa hari lalu dan menjadi pos serangan udara untuk menggempur ISIS– dan tidak ada yang disimpan di Izmir.*