Hidayatullah.com—European Medicines Agency telah menyetujui tiga lokasi baru untuk produksi vaksin coronavirus, dalam rangka menanggulangi kekurangan suplai vaksin yang dialami negara-negara anggota Uni Eropa.
EMA mengatakan telah menyetujui lokasi di Belanda, Jerman dan Swiss guna memproduksi vaksin yang dikembangkan AstraZeneca, Pfizer dan Moderna, lansir Associated Press Jumat (26/3/2021).
EMA juga mengatakan pihaknya memberikan kondisi penyimpanan yang lebih fleksibel untuk vaksin Pfizer, yang sejauh ini mengharuskan penyimpanan dalam kondisi ultra-dingin sekitar minus 70 derajat Celsius. Vaksin itu sekarang boleh dikirim dan disimpan dalam kondisi dingin seperti freezer pada umumnya yaitu antara minus The doses can now be transported and stored in standard freezers at temperatures between minus 25 hingga minus 15 derajat Celsius untuk periode sekali jalan dua pekan.
Perubahan itu dibuat karena Uni Eropa mengalami banyak keterlambatan pengiriman dan tertatih-tatih memenuhi target imunisasi warganya guna meredam penyebaran coronavirus yang terus meluas.
Kota Leiden, Belanda, ditunjuk untuk memproduksi vaksin AstraZeneca, yang menjadi sumber pertikaian besar soal suplai vaksin antara Uni Eropa dan Inggris.
Pekan ini, Brussels mengancam akan melarang pengiriman vaksin ke Inggris guna memastikan kebutuhan UE dipenuhi terlebih dahulu.*