Hidayatullah.com—Komentar komandan utama Pasukan Keamanan Iraq yang beraviliasi pada Syiah, Popular Mobilization Forces (PMF) atau juga dikenal milisi Hashd al-Shaabi yang mengatakan operasi merebut Mosul dari ISIS, akan menjadi “pembalasan dendam dan hukuman setimpal” bagi Sunni, menimbulkan ketakutan akan terjadinya kekerasan sekte yang sedang direncanakan terhadap penduduk Mosul.
Dalam komentar yang secara luas diartikan sebagai seruan kekerasan sekte, Qais Al-Khaz’ali, Pemimpin milisi Asaib Ahl Al-Haq (AAH) milisi bersenjata Syiah dukungan Iran yang merupakan bagian dari PMF, ini mengatakan “Allah berkehendak, pembebasan Mosul akan menjadi pembalasan dendam dan hukuman yang setimpal bagi para pembunuh Hussein.”
“Ini karena mereka anak cucu dan dari nenek moyang [yang membunuh Hussein],” Al-Khaz’ali dikutip laman middleeastmonitor.com Jumat (13/10/2016) melanjutkan ucapannya.
Hussein bin Ali merupakan cucu Nabi Muhammad yang terbunuh dalam pertempuran Karbala sekitar 1.400 tahun lalu oleh pasukan yang setia pada Yazid bin Muawiyyah, khalifah Islam yang keenam. Dia merupakan sosok yang dicintai baik oleh Sunni dan Syiah.
Pernyataan Al-Khaz’ali dipandang merujuk pada sekte karena secara khusus dia keluarkan pada pembukaan perayaan keagamaan Asyura, yang dirayakan berbeda antara Sunni dan Syiah.
Di mana para Muslim biasannya berpuasa pada hari Ashyura sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah karena menyelamatkan Nabi Musa dari Firaun, sedangkan Syiah, khususnya di Iran dan Iraq, menyiksa dan mencambuk diri mereka sendiri sebagai bentuk berduka atas kematian Hussein yang mereka salahkan dilakukan oleh tokoh bersejarah Sunni.
Sebelumnya, Human Rights Watch (HRW) meminta agar PMF tidak diikutkan dalam operasi pembebasan Mosul, kota kedua terbesar Iraq dan wilayah perkotaan terakhir yang diduduki ISIS di Iraq.
Pernyataan HRW datang setelah PMF berkali-kali melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang bisa dianggap kejahatan perang terhadap populasi Sunni di Fallujah. Sampai saat ini, 643 pria Sunni yang diculik dari Saqlawiyya dekat Fallujah masih belum ditemukan.
Operasi merebut kembali Mosul diperkirakan akan dimulai tahun ini, Perdana Menteri Iraq Haider Al-Abadi berulangkali menyatakan bahwa dia mengharapkan “dibebaskannya” Mosul dari kekuasaan ISIS sebelum tahun ini berakhir.*