Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Desak Inggris Ikut Tampung Pengungsi Anak yang Terlantar di Calais

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2016 06:02 6:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Oktober 2016 06:02
Bagikan
Selain kemah dan gubuk, bangunan kayu yang dijadikan sekolah dan gereja juga ada di kamp Jungle, Calais.
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Prancis Francois Hollande mendesak Inggris ikut bertanggung jawab menampung pengungsi anak yang masih tersisa di kamp “Jungle” di Calais, menyusul pembersihan kawasan hijau itu oleh aparat Prancis.

Hollande mengatakan 1.500 anak di bawah umur yang tidak memiliki pendamping masih berada di kota pelabuhan itu dan akan segera dipindahkan ke pusat-pusat penampungan.

Ribuan pengungsi dan migran yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di negaranya menyemut di kawasan hijau yang dijuluki “Jungle” itu sambil menunggu kesempatan untuk menyeberang ke Inggris.

Kerajaan Inggris sejauh ini bersedia menampung sekitar 250 anak saja dari tempat itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dilansir BBC Sabtu (29/10/2016), seorang juru bicara pemerintah mengatakan Inggris tetap “kukuh memegang komitmen bekerja sama dengan Prancis untuk mengamankan dan melindungi anak-anak yang masih ada di Calais, dan itu termasuk memindahkan anak-anak yang memenuhi syarat ke Inggris dengan selamat dan sesegera mungkin.”

Jungle telah menjadi simbol kegagalan Eropa dalam menangani krisis migran dan pengungsi saat ini, yang terparah sejak Perang Dunia Kedua.

Sedikitnya 1.500 anak tinggal di kontainer-kontainer khusus yang dijadikan tempat berteduh di lokasi itu. Namun, fasilitas tersebut tidak lagi mencukupi karena jumlah anak bertambah, sehingga banyak yang tidur di sembarang tempat di ruang terbuka.

Menurut Presiden Hollande, PM Inggris Theresa May telah berdiskusi dengan aparat Inggris untuk memproses anak-anak itu di Prancis dengan tujuan kemudian dirumahkan di Inggris.

“Saya sudah bicara kemarin [Jumat] dengan Perdana Menteri Inggris, sementara [Mendagri Prancis] Bernard Cazeneuve melakukan hal serupa dengan sejawatnya dari Inggris, supaya Inggris bisa membawa anak-anak ke pusat-pusat penampungan dan ikut menyambut mereka di Inggris,” kata Hollande.

Hal itu dikatakan Hollande saat mengunjungi sebuah pusat akomodasi bagi para migran dan pengungsi di Doue-la-Fontaine di bagian barat Prancis.

Hollande menyebut aksi pembersihan kawasan Jungle dari migran dan pengungsi berhasil tanpa ada insiden berarti.

Sebanyak 5.000 orang telah dievakuasi dari Jungle ke pusat-pusat penampungan di berbagai daerah lain di Prancis. Mereka nantinya akan diproses di sana dan bisa mengajukan permohonan suaka.

Namun, aktivis dan sukarelawan berkeyakinan bahwa ratusan orang, bahkan mungkin ribuan, sudah melarikan diri lebih dulu dari tempat itu sebelum aparat Prancis melakukan pembersihan.

Pekerjaan pembersihan dan penghancuran tenda dan gubuk yang didirikan oleh para migran di Jungle masih terus berlanjut dan akan dituntaskan pada hari Senin besok.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Aksi Ribuan Pemuda Jabar Desak Ahok Diproses Hukum
Tulisan selanjutnya Menteri Kehakiman Iran Minta Vonis Hukuman Mati Dikurangi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?