Hidayatullah.com—Presiden Prancis Francois Hollande mendesak Inggris ikut bertanggung jawab menampung pengungsi anak yang masih tersisa di kamp “Jungle” di Calais, menyusul pembersihan kawasan hijau itu oleh aparat Prancis.
Hollande mengatakan 1.500 anak di bawah umur yang tidak memiliki pendamping masih berada di kota pelabuhan itu dan akan segera dipindahkan ke pusat-pusat penampungan.
Ribuan pengungsi dan migran yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di negaranya menyemut di kawasan hijau yang dijuluki “Jungle” itu sambil menunggu kesempatan untuk menyeberang ke Inggris.
Kerajaan Inggris sejauh ini bersedia menampung sekitar 250 anak saja dari tempat itu.
Dilansir BBC Sabtu (29/10/2016), seorang juru bicara pemerintah mengatakan Inggris tetap “kukuh memegang komitmen bekerja sama dengan Prancis untuk mengamankan dan melindungi anak-anak yang masih ada di Calais, dan itu termasuk memindahkan anak-anak yang memenuhi syarat ke Inggris dengan selamat dan sesegera mungkin.”
Jungle telah menjadi simbol kegagalan Eropa dalam menangani krisis migran dan pengungsi saat ini, yang terparah sejak Perang Dunia Kedua.
Sedikitnya 1.500 anak tinggal di kontainer-kontainer khusus yang dijadikan tempat berteduh di lokasi itu. Namun, fasilitas tersebut tidak lagi mencukupi karena jumlah anak bertambah, sehingga banyak yang tidur di sembarang tempat di ruang terbuka.
Menurut Presiden Hollande, PM Inggris Theresa May telah berdiskusi dengan aparat Inggris untuk memproses anak-anak itu di Prancis dengan tujuan kemudian dirumahkan di Inggris.
“Saya sudah bicara kemarin [Jumat] dengan Perdana Menteri Inggris, sementara [Mendagri Prancis] Bernard Cazeneuve melakukan hal serupa dengan sejawatnya dari Inggris, supaya Inggris bisa membawa anak-anak ke pusat-pusat penampungan dan ikut menyambut mereka di Inggris,” kata Hollande.
Hal itu dikatakan Hollande saat mengunjungi sebuah pusat akomodasi bagi para migran dan pengungsi di Doue-la-Fontaine di bagian barat Prancis.
Hollande menyebut aksi pembersihan kawasan Jungle dari migran dan pengungsi berhasil tanpa ada insiden berarti.
Sebanyak 5.000 orang telah dievakuasi dari Jungle ke pusat-pusat penampungan di berbagai daerah lain di Prancis. Mereka nantinya akan diproses di sana dan bisa mengajukan permohonan suaka.
Namun, aktivis dan sukarelawan berkeyakinan bahwa ratusan orang, bahkan mungkin ribuan, sudah melarikan diri lebih dulu dari tempat itu sebelum aparat Prancis melakukan pembersihan.
Pekerjaan pembersihan dan penghancuran tenda dan gubuk yang didirikan oleh para migran di Jungle masih terus berlanjut dan akan dituntaskan pada hari Senin besok.*