Hidayatullah.com–Serangan rudal balistik milik pemberontak Syiah Houthi (Syiah Hautsi) yang gagal menargetkan Makkah, memicu kemarahan, bukan saja di kalangan rakyat Arab Saudi, tetapi juga umat Islam di seluruh dunia.
Rudal yang diluncurkan dari wilayah Saada di Yaman ke arah Kota Suci Makkah, dicegat dan dihancurkan oleh pasukan koalisi negara Arab, di mana laporan awal forensik mengkonfirmasi rudal tersebut buatan Iran.
Meski tak tidak ada korban dan kerusakan yang dilaporkan, Pemimpin Islam dunia dan penulis Arab memberi komentar segera yang mengecam kejadian itu, dengan menekankan bahwa serangan terhadap Makkah adalah ‘serangan terhadap umat Islam keseluruhan, bukan hanya Arab Saudi’.
“Apa yang kita dapat perhatikan adalah serangan itu menargetkan bukan saja Arab Saudi, tetapi seluruh umat Islam. Kita memiliki jemaat yang datang sejauh Pakistan dan Malaysia yang mengunjungi tanah suci Makkah untuk melakukan umrah dan haji, “kata penulis dan komentator politik Bahrain, Sawsan al-Shaer.
Iran Dapat Kecaman Negara Arab karena Dukungannya dalam Menyerang Kota Makkah
Jadi, katanya, melancarkan serangan rudal ke arah Makkah adalah tindakan pada semua negara yang memiliki umat Islam.
“Rakyat Arab Saudi sudah mempelajari dan mengantisipasi berbagai hal tentang tindakan militan Syiah Houthi yang didukung Iran. Tapi, serangan terhadap Tanah Suci yang dimiliki oleh seluruh umat Islam adalah sesuatu yang mengejutkan, “kata Editor Jaringan Berita KSA9, Abdullah al-Zahrani Ahad, (30/10/2016) .
Katanya, serangan itu memicu reaksi dari negara Arab dan umat Islam, termasuk di Pakistan, Malaysia dan Albania yang membicarakannya sehingga menjadi tren melalui hashtag ‘Serangan terhadap Makkah’.
Pemimpin Islam turut mengecam tindakan Pemberontak Syiah Houthi.
Saudi Hadang Rudal Balistik Syiah Houthi yang Berusaha Serang Makkah
Presiden Dewan Penasehat Syariah Kuwait, Dr Sayed Mohammed al-Tabtabai mengatakan, tidak ada umat Islam yang mampu mempertimbangkan untuk menyerang tempat suci seperti Makkah.
“Mereka ini bukan Islam yang sebenarnya. Hanya ingin memberi kerusakan kepada publik dan Makkah, “katanya.
Mufti Besar Yerusalem, Muhammad Ahmad Hussein mengatakan, serangan terhadap Makkah adalah sesuatu yang sangat berbahaya.*