Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lockdown Covid-19: Jutaan Wanita Tak Dapat Layanan Kontrasepsi akan Ada Banyak Kehamilan Tak Terencana

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 April 2020 18:29 6:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 April 2020 18:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lockdown yang diterapkan untuk menghentikan penyebaran coronavirus penyebab Covid-19 akan membuat jutaan wanita di Afrika, Asia dan lainnya tidak dapat mengakses kebutuhan kesehatan reproduksi.

Terpaksa harus mendekam dalam rumah bersama suami dan lainnya, mereka menghadapi kemungkinan kehamilan yang tidak direncanakan.

Di masa ketidakpastian seperti sekarang ini “wanita harus me-lockdown uterus mereka,” kata Abebe Shibru, direktur Marie Stopes International untuk negara Zimbabwe kepada The Associated Press. “Namun, hal itu tak mungkin dilakukan di daerah pedesaan.”

Delapan belas negara di Afrika memberlakukan lockdown nasional, menurut Africa Centers for Disease Control and Prevention. Semua kecuali orang-orang yang melakukan pekerjaan esensial harus tinggal di rumah selama beberapa pekan, bahkan mungkin lebih lama. Rwanda, negara Sub-Sahara Afrika yang pertama memberlakukan lockdown, sudah memperpanjangnya dua pekan, dan kemungkinan akan ditambah lagi.

Bahkan di mana layanan KB masih dapat diakses, banyak wanita yang mengaku takut keluar dan dipukuli aparat dan dituduh melanggar peraturan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

International Planned Parenthood Federation (IPPF) dalam sebuah laporannya hari Kamis (9/4/2020) mengatakan bahwa satu dari lima klinik anggotanya di seluruh dunia tutup karena wabah Covid-19. lebih dari 5.000 klinik berjalan di 64 negara tutup. Kebanyakan klinik itu berada di Asia Tenggara dan Afrika, tetapi ratusan klinik yang ada di Amerika Latin dan Eropa juga tutup.

Dari Pakistan hingga Jerman hingga Kolombia, anggota-anggota IPPF mereka mengurangi layanan pemeriksaan HIV, respon tindakan kasus KDRT, serta kekurangan alat kontrasepsi.

“Itu merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda,” kata Dirjen IPPF Alvaro Bermejo dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Associated Press.

Di Eropa, 100 LSM hari Rabu menyeru pemerintah agar memastikan layanan kesehatan reproduksi tetap dibuka selama pandemi, sebab banyak fasilitas KB yang ditutup selama lockdown diberlakukan.

Akibat lockdown ini diperkirakan akan terjadi lonjakan kehamilan dan kelahiran di Afrika saja.

“Suami dan istri, apa lagi yang dapat mereka lakukan di rumah?” kata Future Gwena, seorang pekerja lapangan Marie Stopes Zimbabwe.

“Menurut saya kita akan banyak mendapatkan kasus kehamilan, dan sayangnya tidak direncanakan. Dan kebanyakan akan mengakibatkan aborsi yang tidak aman, kekerasan dalam rumah tangga. Masyarakat kami sangat paternalistik. Apabila ada yang tidak beres di rumah, maka yang disalahkan si ibu (istri), bahkan meskipun penyebabnya pihak lelaki.”

Shibru mengatakan bahkan di masa normal, wanita yang ingin ber-KB harus mendapat izin suaminya.

Lockdown juga mengakibatkan produksi dan pengiriman alat kontrasepsi tersendat.

“Saat ini saya sedang menunggu kiriman dari Asia, tetapi ditangguhkan,” kata Shibru. “Kami memperkirakan akan terjadi kelangkaan alat-alat kontrasepsi di negara-negara Afrika. Sudah pasti, kondom juga.”

Direktur Marie Stopes Di negara Uganda Carole Sekimpi mengatakan tidak tahu kapan kontrasepsi darurat akan datang, sebab India negara produsennya juga melakukan lockdown. Mereka sudah kehabisan stok untuk satu bulan dan membutuhkan pil kontrasepsi juga.

“Kemarin ketika saya mendengar (tetangga) Kenya bicara soal lockdown Di Nairobi Dan (pelabuhan) Mombasa, saya berpikir, ‘Ya Tuhan, apa yang akan terjadi dengan barang pesanan kami?'”

Tidak hanya baby boom yang diperkirakan akan terjadi, tetapi juga aborsi yang tidak aman akan terpaksa dilakukan oleh orang yang tidak mengharapkan kehamilan di masa pandemi sementara layanan kesehatan reproduksi tutup. 

Selain itu, wanita yang berharap dapat hamil mungkin akan mencopot alat kontrasepsi implan sendiri, karena tidak tahu kapan klinik akan beroperasi kembali. Padahal tindakan nekat semacam itu berisiko membahayakan organ reproduksinya.*

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruskontrasepsilockdown
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apa Betul Kucing Dapat Terinfeksi Virus Corona?
Tulisan selanjutnya BMH Kirim Bantuan APD ke IDI Serang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?