Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Malaysia Resmikan Misi Bantuan Rohingya, Diiringi Adzan dan Shalat Hajat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Februari 2017 07:45 7:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Februari 2017 07:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Inisiatif Malaysia memimpin Misi Food Flotilla For Myanmar dinilai mampu menggerakkan seluruh hati umat Islam khususnya dan pejuang kemanusiaan di seluruh dunia.

Misi Food Flotilla For Myanmar yang membawa 2.200 ton bantuan makanan dan obat-obatan dengan Kapal Nautical Aliya, di Terminal Boustead Cruise Centre, diluncurkan bersama dua pemimpin partai Umno dan PAS (Diwakili PM Malaysia Najib Razak dan  Ibrahim Tuan Man), tepat hari Jumat jam 4 sore (03/02/2017), demikian dikutip Kantor Berita Bernama, Malaysia.

Dengan cuaca cerah,  Najib Razak dan Ibrahim Tuan Man membunyikan klakson tanda dimulainya perjalanan Nautical Aliya dengan diiringi kalimah syahadat, suara azan, doa, shalat hajat serta derai air mata para relawan, anggota keluarga dan kelompok masyarakat.

Sebelumnya, Najib turut meninjau suasana di atas kapal dan menyampaikan amanat singkat kepada peserta misi sebelum memulai perjalanan.

Misi yang digagas Kelab Putera 1Malaysia (KP1M) dan Dewan Konsultasi Organisasi Islam Malaysia (MAPIM) itu turut didukung lebih 30 badan bukan kerajaan (NGO) dalam dan luar negeri, bersama Presiden KP1M yang juga ketua misi, Seri Abdul Azeez Abdul Rahim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dewan pelepasan juga dihadiri Menteri Pertahanan, Datuk Seri Hishammuddin Hussein; Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Shahidan Kassim dan Datuk Seri Jamil Khir Baharom serta Menteri Kesejahteraan Kota, Perumahan dan Pemerintah Lokal, Tan Sri Noh Omar.

“Momen ini bersejarah … suatu upaya mulia yang menunjukkan bahwa semua kepedihan dan penderitaan warga Rohingya di Myanmar tidak akan diabaikan,” kata Najib Razak saat berpidato di pelabuhan dekat Kuala Lumpur.

Ia menimplai, “Kami mendengar kepedihan mereka, mereka yang diperkosa, dibunuh dan dibakar hidup-hidup.”

Presiden PAS, Abdul Hadi Awang mengatakan, penyatuan umat Islam di negara ini demi membantu masyarakat minoritas Islam Rohingya di Myanmar itu sekaligus mampu membuka mata banyak pihak untuk memperhatikan mereka yang ditindas dan dizalimi.

“Saya iringi dengan doa, iringi dengan dukungan yang penuh, mudah-mudahan langkah yang diambil ini dapat menggerakkan hati-hati umat Islam khususnya dan pejuang kemanusiaan di seluruh dunia, supaya memperhatikan mereka yang tertindas di Myanmar. Mudah-mudahan selamat semua, “katanya dalam pernyataan yang disiarkan melalui portal berita PAS, harakahdaily.net.

Sementara itu,  PM Malaysia Najib Tun Razak bersama Wakil Presiden PAS,  Ibrahim Tuan Man hari ini bersama-sama menandai pelepasan Kapal Nautical Aliya yang akan memulai pelayaran ke Yangon, Myanmar dan Teknaf, Bangladesh.

Aksi kemanusiaan ini  membuktikan kebersamaan masyarakat internasional dengan penderitaan yang dialami oleh etnis Muslim Rohingya di Arakan.

Najib Razak dikenal bersuara keras menyangkut perlakuan yang dialami minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.

Ia mendesak pemerintah negara berpenduduk mayoritas pemeluk Budha itu untuk menghentikan serangan-serangan terhadap kaum Muslim Rohingya.

Sampai berita ini diturunkan, Kapal Kemanusiaaan  yang membawa 230 relawan kemanusiaan dikabarkan sudah mendapat ‘lampu hijau’ memasuki pelabuhan Teknaf, Bangladesh.

Perkembangan positif itu diperoleh awal pagi ini menindaklanjuti pertemuan antara Menteri Luar Malaysia, Datuk Seri Anifah Aman dan Komisaris Tinggi Bangladesh ke Malaysia, Md Shahidul Islam, Jumat siang.

Melalui pernyataan, Departemen Luar menjelaskan isu melingkari misi kemanusiaan yang membawa bantuan 2.200 ton makanan dan obat-obatan itu berupaya diselesaikan hasil hubungan akrab antara Pemerintah Malaysia dan Bangladesh.

“Kita mengucapkan setinggi-tinggi penghargaan kepada Pemerintah Bangladesh susulan kesudian mereka untuk membuat jalan bagi kapal Misi Food Flotilla For Myanmar dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya yang tinggal di dekat pelabuhan Teknaf,” katanya, dikutip Berita Harian Malaysia Sabtu pagi.*

Sementara Myanmar, belum juga mengizinkan kapal tersebut berlayar menuju Sittwe, ibu kota Negara Bagian Rakhine.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArakanDewan Konsultasi Organisasi Islam MalaysiaIbrahim Tuan ManKapal Nautical AliyaKelab Putera 1MalaysiaMAPIMMisi Bantuan RohingyaMisi Food Flotilla For MyanmarNajib Razakpejuang kemanusiaanPM MalaysiaRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jumat Tidak Lagi Jadi Hari Libur di Gambia
Tulisan selanjutnya IKADI Kecam Perlakuan Tidak Beradab Ahok Kepada Ulama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?