Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prostitusi Remaja Semakin Marak, Prancis Rogoh Kocek €14 Juta

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 November 2021 19:31 7:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 November 2021 19:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Prancis menganggarkan €14 juta untuk menanggulangi prostitusi di bawah umur yang beberapa tahun terakhir semakin marak lewat media sosial.

Antara 7.000 dan 10.000 anak muda di Prancis diyakini terlibat prostitusi dan mayoritas merupakan anak perempuan berusia antara 15 dan 17 tahun, menurut sebuah laporan yang mendorong pemerintah untuk bertindak.

Kurun lima tahun terakhir angka prostitusi anak di bawah umur itu naik 70 persen, dan semakin marak selama pandemi Covid-19 ketika anak muda lebih banyak di rumah dan menggunakan internet.

“Covid memainkan peran yang cukup berarti karena jejaring sosial memberikan cara baru orang dapat berhubungan dengan gadis di bawah umur dengan sangat mudah,” kata Geneviève Collas, koordinator dari sebuah kelompok yang memerangi perdagangan manusia, kepada RFI Kamis (18/11/2021).

Tantangannya semakin sulit sebab versi 2.0 lebih tidak terlihat sehingga menjadikannya semakin sulit untuk ditanggulangi dibandingkan prostitusi jalanan. “Rekrutmennya mudah,” kata Collas, seraya menambahkan bahwa tempat transaksi seks di penginapan seperti flat, persewaan Air’n’B dan hotel luar kota menjadikannya semakin tidak terlihat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Program pemerintah senilai €14 juta itu, yang dipimpin oleh Menteri Urusan Anak Prancis Adrien Taquet, ditujukan agar masyarakat lebih mengetahui perihal fenomena tersebut, membantu mengidentifikasi anak-anak yang terjerumus ke dalamnya, memberikan pendampingan yang lebih baik kepada mereka, menyeret para klien dan muncikarinya ke meja hijau secara lebih efektif.

Prostitusi anak di bawah umur ini me datangkan uang sangat banyak, seorang muncikari bisa meraup €1.500 sehari, kata Christophe Molmy – kepala Brigade Perlindungan Anak di Bawah Umur kepada  France Info (15/11/2021).

Sementara banyak anak muda yang terlibat prostitusi merupakan produk akibat kekerasan dalam rumah tangga – termasuk inses, kekerasan fisik dan verbal, ancaman dan kecanduan alkohol, mereka datang dari latar belakang keluarga beragam, papar Collas.

Umumnya, anak di bawah umur terjerat prostitusi setelah kabur dari rumahnya akibat hubungan yang tidak baik dengan orangtua atau keluarganya. Terdesak kebutuhan anak tempat tinggal dan uang untuk menyambung hidup, mereka mudah jatuh ke tangan orang-orang jahat yang kemudian menjajakan tubuh mereka.

Banyak juga gadis belia terpaksa menjajakan seks disebabkan dipaksa oleh pacarnya, atau foto telanjang mereka disebarkan di media sosial sehingga mereka mudah diancam dan diperas.

Parahnya, sebagian gadis muda itu merasa bukan korban dan mereka tidak menyebutnya sebagai prostitusi tetapi ‘pendamping bayaran’, yang kesannya lebih positif. Mereka juga menggunakan kosakata dunia kerja seperti kontrak, rekrutmen dan wawancara kerja.

“Sungguh terjadi normalisasi prostitusi di kalangan anak muda sebab para gadis mengatakan bahwa menjajakan seks merupakan sebuah cara memperoleh uang secara mudah dan dapat membantu mereka meraih apa yang mereka impikan,” kata Raphaelle Wach, wakil kepala kejaksaan di Creteil, kepada France 24.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak di bawah umurcovid-19media sosialPrancisprostitusi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tagar #DukungMUI Bergaung, Menang Telak dari “BubarkanMUI”
Tulisan selanjutnya Menag Yaqut Bertemu Menteri Urusan Dakwah Saudi, Bahas Pertukaran Dai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?