Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Siswa Muslim di Wuppertal Jerman Tak Boleh Shalat di Sekolah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Maret 2017 10:02 10:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Maret 2017 10:02
Bagikan
Pelajar Muslim di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah sekolah di Wuppertal, bagian barat Jerman, mengeluarkan memo internal berisi permintaan kepada para guru agar melarang murid-muridnya yang Muslim melakukan shalat secara terang-terangan atau kelihatan orang.

“Beberapa pekan belakangan semakin bertambah siswa Muslim yang melakukan shalat di dalam gedung sekolah, jelas terlihat oleh orang lain, ditandai dengan ritual pembersihan di toilet (wudhu, red), menggelar karpet untuk berdoa (sajadah, red), dan melakukan gerakan-gerakan tertentu (shalat, red).”

“Hal ini tidak diperbolehkan,” bunyi nota itu seperti dikutip Deutsche Welle Kamis (2/3/2017).

Pesan internal itu ditujukan kepada para guru di Gymnasium Johannes Rau di Wuppertal, bagian barat Jerman, melarang siswa-siswa Muslim di sana melakukan shalat.

Sebagai bagian dari kebijakan itu, seperti diberitakan pertama kali oleh Der Western kemarin, para staf diminta untuk “menyebutkan nama-nama siswa” dan “melaporkannya” ke pihak manajemen jika ada kasus siswa Muslim melaksanakan peribadatan di sekolah itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Nota itu juga menegaskan bahwa siswa yang melaksanakan shalat tersebut harus dicatat sebagai murid yang “berperilaku tidak ramah.”

Tak lama setelah nota itu diungkap ke Facebook, warga Jerman ramai menyuarakan pendapat pro dan kontranya di media sosial.

“Mengapa mereka tidak boleh beribadat? Dan ini terjadi di negara serelijius Jerman, yang pada masa ini sudah semakin terbuka dan toleran?” kata seorang pengguna media sosial. “Bahkan sang penggembala kita terus menerus menyeru dengan ajaran-ajaran dari Bibel,” imbuhnya, rmerujuk penggembala sebagai Kanselir Angela Merkel, putri seorang pendeta dan politisi senior CDU, partai Kristen terbesar di Jerman,

Menyusul laporan Der Western hari Kamis, pihak manajemen sekolah tidak bisa dimintai komentar, tulis Deutsche Welle.

Mendukung keputusan pihak mahajemen sekolah, juru bicara dewan distrik setempat Dagmar Gross kepada Deutsche Welle mengatakan bahwa “larangan beribadah ‘secara provokatif’ di sekolah itu dimaksudkan untuk mempromosikan hidup berdampingan secara damai dan ketenangan di sekolah.”

Meskipun berpihak kepada manajemen sekolah, Gross mengatakan dewan pendidikan setempat saat ini sedang dalam pembicaraan dengan pihak pengelola sekolah dan hasilnya akan diinformasikan kemudian.

“Melalui diskusi dengan siswa-siswa yang beribadat secara terbuka, kepemimpinan sekolah sekarang akan mencari cara agar para murid bisa melaksanakan agama mereka tanpa orang lain merasa terganggu atau dikucilkan,” kata Gross kepada DW.

Lebih lanjut Gross menjelaskan bahwa secara hukum kepala sekolah di Jerman diperbolehkan mengimplementasikan larangan semacam itu. Pasal kelima dalam konstitusi tentang fungsi sekolah dan misi pendidikan memiliki kekuatan yang lebih dibanding Pasal 4 tentang hak untuk memiliki keyakinan relijius atau filosofis.

“Oleh karena itu, contohnya, siswi-siswi Muslim harus ikut serta dalam pelajaran berenang,” imbuh Gross.

Ini bukan pertama kalinya masalah shalat di sekolah Jerman menimbulkan kontroversi.

Tahun 2011, seorang pelajar Muslim di Berlin-Wedding mengajukan gugatan ke pengadilan, karena pihak sekolah melarangnya melakukan shalat secara terang-terangan pada hari Jumat. Pengadilan Administratif Jerman menolak gugatan itu, dengan alasan shalat yang dilakukannya mengganggu ketertiban dan ketenangan di sekolah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konferensi Universitas Al-Azhar Desak Dunia Tak Kaitkan Islam dengan Terorisme
Tulisan selanjutnya Dai Saudi: Persatuan Saudi dan Indonesia Bisa Satukan Ahlussunah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?