Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rencana Makar Tentara Jerman yang Menyamar jadi Pengungsi Suriah Terungkap

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Mei 2017 16:25 4:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Mei 2017 16:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Anggota tentara Jerman yang terdaftar sebagai pengungsi Suriah telah ditangkap polisi atas tuduhan berencana melancarkan serangan dengan senjata api.

Pelaku berencana melancarkan makar, agar pengungsi Suriah di Jerman bisa menjadi kambing hitam dan sasaran.

Letnan berusia 28 tahun bernama Franco A ini menjalani kehidupan ganda dengan menyamar sebagai pengungsi yang akan lancarkan serangan teror.

Skandal meluas setelah tersangka diketahui sejak lama memiliki pandangan ekstrim kanan.

Berprofesi tentara, ayah Franco A berasal dari Italia dan ibunya Jerman, menyamar menjadi penjual buah asal Damaskus bernama “David Benjamin” yang beragama Katolik, keturunan Yahudi, dan melarikan diri dari ISIS.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Polisi menangkap  Franco A di kamp pelatihan militer dekat Hammelburg, kota kecil di negara bagian Bayern Rabu (26/04/2017) malam.

Baca:  Tak Semua Pengungsi Suriah Lari ke Eropa

Ia diketahui bergabung dengan militer Jerman-Bundeswehr 8 tahun yang lalu dan telah melewati pemeriksaan keamanan secara rutin.

Bersamaan dengan penangkapan Franco A., polisi merazia apartemen temannya, mahasiswa teknik industri Matthias F. (24 tahun). Keduanya berkomuniksi via SMS untuk menjadikan pencari suaka dan muslim sebagai target serangan teror. Di apartemen Mathias, petugas menemukan granat dan dinamit.

Di hari yang sama, aparat menangkap pria jerman kedua, seorang mahasiswa dan rekan dari pelaku. Ia ditangkap atas kepemilikan flare dan objek lain yang melanggar aturan kepemilikan senjata dan bahan peledak.

Prajurit yang menyamar jadi pengungsi itu pernah ditahan sementara di sebuah bandara Wina pada Februari. Ketika itu, ia mencoba mengambil sebuah senjata api tanpa lisensi di toilet bandara.

Investigasi polisi mengungkap fakta bahwa pelaku menciptakan identitas palsu sebagai pengungsi Suriah pada 2015. Ia mendaftarkan diri untuk tinggal di kamp pengungsi dan bahkan mengajukan permohonan suaka.

Baca:  Eropa Tak Seperti Dibayangkan, Pengungsi Suriah Memilih Pulang

Skandal meluas, setelah majalah berita Der Spiegel melaporkan, tersangka mengekspresikan pandangan ekstrim kanannya pada makalah akademis 2014, namun tidak mendapat hukuman disipliner. Dinas intelijen militer Jerman MAD saat ini sedang menginvestigasi anggota Bundeswehr yang dituduh mendukung aliran ekstrim kanan.

“Kami bisa mentolerir banyak hal, tetapi tidak memberi toleransi bagi pandangan ekstrimisme politik, ekstrim kanan, atau ektrimis bermotivasi agama,” ujar Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen  kepada stasiun TV ZDF, dikutip DW.

Permohonannya sebagai pengungsi disetujui, walau tidak bisa berbahasa Arab, Ia mendapat fasilitas tempat tinggal dan uang tunjangan bulanan dari pemerintah Jerman.

Pejabat dari Partai Hijau Irene Mihalic menyerukan adanya investigasi untuk menentukan apakah “kelompok sayap kanan di Jerman sedang merencanakan sesuatu yang akan merugikan nama pengungsi.”

Jerman telah menerima lebih dari satu juta pencari suaka sejak 2015. Banyak dari mereka berasal dari Suriah, Iraq dan Afghanistan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekstrim kananISISmakarpengungsi SuriahsuriahTentara Jermanteror
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Musyawarah Akbar Umat Islam’ akan Digelar 8-10 Mei di Jakarta
Tulisan selanjutnya Polisi Tetapkan 14 Tersangka Kasus Pesta Homoseksual, 5 Positif HIV

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?