Hidayatullah.com—Pihak berwenang China melakukan tes Covid-19 terhadap jutaan orang, memberlakukan lockdown, serta menutup sekolah-sekolah setelah kasus infeksi coronavirus merebak di tiga kota pekan lalu.
Meskipun tergolong sangat rendah dibanding Amerika Serikat dan negara-negara lain, kota Tianjin, Shanghai dan Manzhouli belakangan tampak mengalami peningkatan kasus infeksi Covid-19, lansir Associated Press.
Hari Senin (23/11/2020), komisi kesehatan nasional melaporkan dua penularan lokal baru di Shanghai dalam kurun 24 jam terakhir, sehingga total ada 6 kasus sejak hari Jumat.
Dua kasus terakhir di Shanghai itu diketahui ada kontak erat dengan seorang pekerja di bandara yang dinyatakan positif Covid-19 pada awal November.
Hari Ahad, pihak pengelola Bandara Internasional Pudong memutuskan untuk melakukan tes coronavirus terhadap para pekerjanya. Sampai Senin dini hari sudah 17.719 sampel dikumpulkan.
Rencananya akan dilakukan tes lanjutan ke lingkungan masyarakat yang berada di sekitar bandara tersebut.
Banyak pakar dan pejabat pemerintah memperingatkan bahwa kemungkinan virus menyebar lebih cepat di musim dingin. Kemunculan sejumlah kasus infeksi di tiga kota itu membuktikan bahwa coronavirus masih dapat kembali meskipun pihak berwenang sudah memberlakukan kebijakan ketat untuk mengendalikan penyakit baru itu di China.*