Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rohingya, Sebuah Kisah yang Tidak Dibicarakan di Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2017 20:52 8:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Oktober 2017 20:52
Bagikan
Warga Myanmar menyatakan dukungan kepada Aung San Suu Kyi dalam sebuah aksi di Yangon pada Ahad (24/09/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com–Jika dilihat dari Yangon, kota terbesar di Myanmar, maka Anda mungkin tidak akan mengetahui krisis kemanusian yang berlangsung selama satu bulan lebih di negara bagian Rakhine, di sebelah barat negara itu.

Sekitar setengah juta umat Islam Rohingya sudah mengungsi melintasi perbatasan ke Bangladesh sejak Tentara Solidaritas Rohingya Arakan (ARSA) atau Harakah al Yaqin,menyerang beberapa pos polisi pada 25 Agustus lalu.

Pihak keamanan Myanmar kemudian melancarkan operasi militer dan pembersihan etnis yang mendorong pengungsian massal umat Islam Rohingya, yang menjadi berita di seluruh dunia.

Komunitas internasional menekan pemerintah Myanmar untuk mengakhiri kekerasan dan menangani ketidakstabilan di Rakhine dan agar memberi akses penuh kepada bantuan badan internasional untuk masuk ke kawasan yang dilanda konflik.

Namun di Yangon -kota perdagangan yang pernah menjadi ibu kota- suasananya tenang dengan jalanan yang bersih dan pohon-pohon hijau yang teratur, selain lalu lintasnya yang macet.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Hari Ini Sebulan Derita Etnis Muslim Rohingya

Sementara para laki-laki dan perempuan yang berpakaian rapi melakukan rutinitas sehari-hari.

Orang-orang di Yangon tidak menggunakan istilah Rohingya namun merujuknya sebagai ‘Islam Bengali’ (panggilan olok-olok, red) dan kadang disebut ‘para pendatang gelap Bengali dari Bangladesh’, tulis BBC.

Ketika saya mengangkat masalah Rohingya, sejumlah orang langsung berterus terang menyampaikan pendapatnya atau menutupinya dengan, ‘banyak masalah lain di negara ini’.

Termasuk di dalamnya adalah seorang wartawan kawakan, U Aung Hla Tun, yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pers Myanmar.

“Masalahnya adalah motif politik di balik istilah itu. Saya dulu punya banyak kawan Bengali ketika masih muda. Mereka tidak pernah mengakui Rohingya… Mereka pertama kali menemukan istilah itu beberapa dekade lalu.”

“Mereka tidak termasuk dalam etnis minoritas (di negara ini). Begitulah kenyataannya.”

Namun Rohingya dan beberapa pihak membantahnya.

Ketika krisis pengungsi Rohingya menjadi berita-berita utama internasional di seluruh dunia selama beberapa pekan, koran-koran di Myanmar nyaris tak menyebut nasib umat Rohingya yang kini tinggal di tempat-tempat penampungan yang kotor.

Baca: Pengakuan Etnis Rohingya: “Pergilah atau Kami Bunuh Anda Semua!

Sebaliknya, berita-berita melaporkan temuan militer tentang kuburan massal umat Hindu yang dituduhkan dibunuh oleh  gerilyawan ARSA.

Di Universitas Yangon saya mencoba mencari tahu apakah ada suasana yang berbeda di kalangan mahasiswa, yang hubungannya dengan dunia luar lebih baik lewat media sosial dibanding generasi yang sebelumnya.

Beberapa mahasiswa yang saya temui di kantin universitas enggan untuk berbicara dan ada yang tidak mau memberi tahu namanya. Namun begitu saya mengangkat isu Rohingya, mereka memberi respons.

“Masalah itu dilihat dari luar sebagai masalah agama. Tapi bukan. Kekerasan adalah tindakan terorisme. Komunitas internasional mendapat informasi yang salah tentang situtasi di negara bagian Rakhine,” kata seorang mahasiswi.

“Dari luar negeri, Anda pikir Anda benar, tapi dari sisi kami, kami benar.”

Pandangan yang sama diungkapkan oleh kedua temannya.

Baca: Perlakuan Myanmar terhadap Rohingya Merupakan Contoh Buku Pembersihan Etnis

Beberapa hari kemudian, saya menghadiri peringatan 10 tahun unjuk rasa prodemokrasi tahun 2007, ketika ribuan biksu Buddha turun bergabung dengan pengunjuk rasa sehingga belakangan dikenal dengan istilah Revolusi Saffron, merujuk pada warna jubah para biksu.

Gambar para biksu yang turun ke jalan menghadapi junta militer menyebar ke seluruh dunia.

Peringatan 10 tahun unjuk rasa berlangsung di dalam sebuah biara di Yangon selatan, dengan spanduk-sapnduk yang mengingatkan betapa pentingnya aksi tersebut. Para biksu Buddha, pegiat prodemokrasi, dan sarikat buruh yang turun dalam protes 2007 lalu berdatangan ke biara.

Karena banyak yang merupakan tahanan politik -setelah mendukung hak asasi dan demokrasi- maka saya berharap akan mendengar pandangan yang berbeda terkait masalah Rohingya.

Shwe Toontay Sayar Taw adalah salah seorang biksu yang berperan penting dalam Revolusi Saffron dan saya bertanya kepadanya bahwa dalam demokrasi yang masih muda, bukankah Myanmar bertanggung jawab untuk memperlakukan semua komunitas -termasuk Rohingya- secara adil?

“Dalam demokrasi semuanya setara,” katanya dan langsung menambahkan, “namun tidak untuk teroris.

“Jika menempuh terorisme, semua orang di dunia harus bersatu untuk menghancurkan terorisme. Kalau tidak mereka akan menghancurkan generasi kita.”

Tidak diragukan bahwa isu umat Islam Rohingya ini meningkatkan dukungan dari kalangan mayoritas di Myanmar kepada Aung San Suu Kyi, yang mendapat kecaman internasional karena dituduh berdiam diri atas masalah tersebut.

Beberapa pawai berlangsung di depan Balai Kota Yangon untuk menyatakan dukungan kepada Suu Kyi, yang secara praktis merupakan pemimpin Myanmar walau resminya menjabat Konselor Negara.

Sementara pejabat PBB menggambarkan kekerasan atas umat Islam Rohingya sebagai ‘pembersihan etnis’, tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Myanmar.

Myanmar sebenarnya sudah pernah juga menyaksikan pengungsian besar-besaran. Tahun 1960-an, tak lama setelah militer merebut kekuasaan, mereka memerintahkan puluhan ribu warga etnis India untuk meninggalkan negara itu.

Baca: Terjajah, Warga Palestina Masih Memikirkan Penderitaan Etnis Rohingya

Etnis India tinggal di Myanmar selama berabad-abad dan banyak yang dibawa ke negara itu oleh kekuatan kolonial, ketika Mynamar menjadi bagian dari Inggris India pada masa abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Diperkirakan lebih dari 300.000 orang yang kemudian terpaksa meninggalkan Myanmar dan kembali ke India sementara tanah-tanah miliki mereka dinasionalisasikan.

Saya tertanya-tanya kenapa media-media di Yangon juga berada dalam situasi membantah kekerasan atas umat Islam Rohingya.

Seorang redaktur senior dan mantan tahanan politik, yang tidak mau disebutkan namanya, memberi jawaban.

“Semua orang ketakutan dan semua orang enggan menyentuh masalah ini. Pertama, ada masalah keamanan di sana (negara bagian Rakhine). Jadi sebagian besar laporan hanya berdasarkan pada keterangan pers yang resmi.”

Dia menambahkan ada juga tekanan publik.

Jika Anda menentang pandangan utama, katanya, “Bahkan para saudara dan teman tidak akan menyukai Anda’. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anak Yatim RohingyaBuddakrisis makananMiliter BurmaMuslim Arakanmuslim RohingyamyanmarOKIOperasi Pembersihan etnisPBBpembakaranpembersihan etnispenyelidik hak asasi manusiaRakhineRohingyaYangoon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sambut Investor Turki, Parlemen Indonesia: Hubungan Kedua Negara Harus Diperluas
Tulisan selanjutnya Para Ahli Teliti Rahasia Bau Menyengat Buah Durian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?