Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ternyata Singapura Negeri Paling tidak Bahagia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Maret 2014 06:59 6:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Maret 2014 06:59
Bagikan
Pengemis di tengah kesibukan Singapura
Bagikan

Hidayatullah.com–Selama ini Singapura memiliki reputasi sebagai negara kaya, aspiratif dan berteknologi tinggi yang memikat banyak ekspatriat untuk bekerja dan menetap di sana. Namun kini mengapa negeri ini justru menjadi negara paling tidak bahagia di dunia?

Hal ini terungkap dari sebuah survei yang diadakan Gallup terhadap 148 negara tahun 2011 lalu, dimana orang Singapura adalah orang yang paling tidak bahagia di dunia. Di urutan bawahnya adalah orang Irak, Armenia dan Serbia.

BBC Singapura, Charlotte Ashton, berbagi pengalamannya selama tinggal di negeri singa itu. Beberapa bulan sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Singapura bersama suaminya, Ashton mengungkapkan bahwa mereka merasa bahagia. Para politisi Singapura berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan dan Starhub – penyedia jaringan telepon seluler – meluncurkan iklan bertajuk “kebahagiaan dimana-mana”, lengkap dengan beberapa orang Singapura yang tersenyum sedang berdansa di tengah alunan musik gitar.

Di sisi lain, terutama di internet, muncul sejumlah orang yang merasa tidak puas yang membenarkan hasil survei tersebut untuk menguatkan penilaian mereka bahwa hidup terasa semakin sulit dan lebih mahal di saat Singapura menjadi lebih kaya.

Meski pendapat publik menyatakan demikian, Ashton dan suaminya menemukan banyak kebahagiaan selama tinggal di Singapura. Di taman-taman yang terawat baik dan dijadikan ruang publik gratis, misalnya, selalu dipenuhi keluarga bahagia dan kelompok-kelompok orang yang menikmati indahnya malam bersama sambil minum-minum.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saat Ashton dan suaminya makan malam bersama teman-teman Singapura mereka, tidak pernah terdengar mengeluh, meski tentu saja mereka berjuang di tengah naiknya harga-harga properti dan menghadapi tekanan di kantor, tapi hal itu biasa terjadi dimana-mana.

Ashton dan suaminya merasa mendapatkan kehidupan sempurna di tengah tingkat kejahatan yang nyaris tidak ada, juga harga makanan yang relatif terjangkau bagi ekspatriat, dimana masih bisa ditemukan semangkuk mi seharga US$ 3 atau sekitar Rp 34.000, di kota yang baru saja menjadi kota termahal di dunia tahun 2014 berdasarkan survei Economist Intelligence Unit (EIU).

Semuanya terasa menyenangkan, sampai Ashton hamil. Selama 10 minggu Ashton mengalami mual di pagi hari, membuat perjalanan ke tempat kerja selama 45 menit bagaikan neraka.

Suatu pagi, Ashton merasakan rasa mual yang teramat sangat saat ia memasuki kereta bawah tanah yang penuh sesak. Khawatir dirinya akan pingsan, Ashton berjongkok di lantai kereta, sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.

Ashton terus berjongkok selama 15 menit, sementara tidak ada orang yang memedulikannya, hingga kereta tiba di stasiun yang ditujunya. Tidak ada yang menawari Ashton tempat duduk atau menanyakan apakah ia baik-baik saja.

“Untuk pertama kalinya Singapura membuat saya merasa tidak bahagia. Saya merasa rapuh – benar-benar tergantung pada kebaikan hati orang asing. Saya merasa, orang Singapura, membuat saya kecewa,” kata Ashton dikutip BBC.

Sebelumnya jajak pendapat di hampir 150 negara menyimpulkan bahwa rakyat Singapura pada hakikatnya lebih tidak bahagia dibanding rakyat di negara-negara bergolak, seperti Iraq dan Afghanistan.

Survei Gallup Desember 2012 menunjukkan, Negara pulau itu berada pada kedudukan corot dalam peringkat  apa yang disebut “emosi positif” – kasarnya kebahagiaan.  Hasil riset menunjukkan, Singapura yang merupakan salah satu negara terkaya di dunia, tapi berada pada kedudukan corot.  *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:singapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pilih Pemimpin Berbasis Muslim meski Partainya banyak Kekurangan
Tulisan selanjutnya Nelayan ngaku Lihat Pesawat Jatuh, Basarnas Tindaklanjuti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?