Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Korban Serangan Bom Afghanistan Meningkat 74 orang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2017 10:12 10:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2017 10:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sedikitnya 74 orang tewas dalam serangkaian serangan terbaru Taliban di provinsi Paktia dan Ghazni, kata beberapa pejabat di Afghanistan.

Hingga Rabu (18/10/2017), setidaknya 74 orang dari warga sipil maupun polisi ditemukan tewas dalam serangan yang menarget polisi dan fasilitas pemerintah  di ibukota provinsi Paktia.

“Rumah sakit tidak mampu mengatasi korban.

“Kami mendesak orang untuk menyumbangkan darah,” kata wakil direktur kesehatan Gardez, ibu daerah Paktia, Shir Mohammad Karimi dkutip AFP.

Baca:  Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam’

Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Murad Ali Murad,  mengatakan, serangan di pusat pelatihan polisi ini  menewaskan 71 orang, termasuk Kepala polisi provinsi, Toryalai Abdyani. 158 Lainnya yang terdiri dari 48 polisi dan 110 warga sipil mengalami luka-luka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kementerian Dalam Negeri menyebut, setelah dua mobil tersebut meledak di Gardez, lima penyerang dengan sabuk bunuh diri mencoba menyerang kompleks tersebut. Namun pasukan keamanan Afghanistan berhasil menggagalkannya. 

Serangan ganda awal di Paktia terjadi saat para milisi menyerang markas polisi sekitar pukul 09:00 waktu setempat (pukul 04:30 GMT) pada hari Selasa di Gardez, kurang dari 161km dari ibu kota, Kabul.

Penyerang menggunakan sebuah truk dan sebuah kendaraan lapis baja yang dicuri dari pasukan keamanan untuk melakukan serangan bom,   kutip Anadolu Agency.

Baca: ICC: CIA, Tentara Amerika, Taliban dan Tentara Pemerintah Diduga Melakukan Kejahatan Perang di Afghan

Dalam sebuah pernyataan, kementerian dalam negeri mengatakan tujuh orang ikut ambil bagian dalam serangan tersebut: dua orang melakukan pemboman tersebut sementara para penyerang lainnya terlibat dengan polisi dalam bentrokan bersenjata.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Zabiullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengklaim terlibat dalam serangan Paktia.

Dia mengatakan unit polisi khusus adalah target utama; Sampai 450 petugas polisi tinggal di markas pada saat serangan tersebut terjadi.

Berbatasan dengan Waziristan Utara, salah satu dari tujuh wilayah semi otonomi Pakistan atau “agensi”, Paktia di Afghanistan adalah tempat kelahiran Jaringan Haqqani Taliban.

Militer Pakistan menguasai kembali Waziristan Utara dari Taliban Pakistan setelah serangan diluncurkan pada pertengahan 2014 yang berlangsung sampai akhir 2016.

Serangan Ghazni

Di provinsi Ghazni selatan, gerilyawan menyerang sebuah kompleks keamanan di distrik Andar, dengan menggunakan bom mobil bunuh diri dan membunuh 25 polisi dan lima warga sipil, kata Murad. Sedikitnya 15 orang terluka, termasuk 10 polisi, tambahnya.

Juru bicara gubernur provinsi di Ghazni, Arif Noori, mengatakan bahwa serangan Taliban di sana berlangsung sembilan jam. “Saat pertempuran belum usai, setidaknya ada 13 jenazah pejuang Taliban di lapangan,” ujar Noori.

Kemudian di Provinsi Farah Barat, Kepala Polisi Abdul Maruf Fulad mengatakan bahwa Taliban menyerang sebuah kompleks pemerintah di distrik Shibkho, menewaskan tiga polisi.

Baca: Taliban Tak Akan Gentar Tambahan 1400 Pasukan Amerika

Para milisi Taliban telah lama menjadi ancaman bagi Barat dan pemerintah boneka Afghanistan. Kelompok itu berulang kali melakukan serangan yang menargetkan tentara Afghanistan dan militer asing.

Kelompok Taliban yang dibentuk pada September 1994, melawan AS dan kaki tangannya ketika pemerintahan ini  digulingkan oleh Amerika Serikat dengan tuduhan melindungi pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden (Usamah bin Ladain)  karena dianggap mendalangi serangan terhadap menara kembar WTC, New York tanggal 11 September 2001, meski ketika negeri ini hancur tuduhan itu tidak terbukti.

Amerika mengerahkan ratusan ribu pasukan pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2001 membuat kelompok yang telah menerapkan hukum Islam ini  keluar dari ibu kota Afganistan, Kabul.

Sementara itu, pihak Amerika  menyiapkan pemerintahan boneka dan melakukan berbagai perombakan di negeri itu hingga saat ini. Sejak itulah kelompok bersenjata yang pernah mendapat dukungan dari AS dan Pakistan untuk melawan Soviet ini akhirnya berbalik menarget aparat dan staf pemerintah boneka Amerika. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alumuniumAmerikabijih besiDonald TrumpemasfghanistanGWOTJames MattisKekayaan alam AghanistanlitiumlogamNATOPakta Pertahanan Atlantik UtaraPasukan Amerikaperakperang melawan terorTalibantembagaterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Jangan Sampai yang Masuk Bank Muamalat Membelokkan Nilai-nilai Islam”
Tulisan selanjutnya Lebih dari 6.000 Pengungsi Suriah Tak Kembali ke Turki Usai Idul Adha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?