Hidayatullah.com– Sedikitnya 74 orang tewas dalam serangkaian serangan terbaru Taliban di provinsi Paktia dan Ghazni, kata beberapa pejabat di Afghanistan.
Hingga Rabu (18/10/2017), setidaknya 74 orang dari warga sipil maupun polisi ditemukan tewas dalam serangan yang menarget polisi dan fasilitas pemerintah di ibukota provinsi Paktia.
“Rumah sakit tidak mampu mengatasi korban.
“Kami mendesak orang untuk menyumbangkan darah,” kata wakil direktur kesehatan Gardez, ibu daerah Paktia, Shir Mohammad Karimi dkutip AFP.
Baca: Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam’
Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Murad Ali Murad, mengatakan, serangan di pusat pelatihan polisi ini menewaskan 71 orang, termasuk Kepala polisi provinsi, Toryalai Abdyani. 158 Lainnya yang terdiri dari 48 polisi dan 110 warga sipil mengalami luka-luka.
Kementerian Dalam Negeri menyebut, setelah dua mobil tersebut meledak di Gardez, lima penyerang dengan sabuk bunuh diri mencoba menyerang kompleks tersebut. Namun pasukan keamanan Afghanistan berhasil menggagalkannya.
Serangan ganda awal di Paktia terjadi saat para milisi menyerang markas polisi sekitar pukul 09:00 waktu setempat (pukul 04:30 GMT) pada hari Selasa di Gardez, kurang dari 161km dari ibu kota, Kabul.
Penyerang menggunakan sebuah truk dan sebuah kendaraan lapis baja yang dicuri dari pasukan keamanan untuk melakukan serangan bom, kutip Anadolu Agency.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian dalam negeri mengatakan tujuh orang ikut ambil bagian dalam serangan tersebut: dua orang melakukan pemboman tersebut sementara para penyerang lainnya terlibat dengan polisi dalam bentrokan bersenjata.
Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Zabiullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengklaim terlibat dalam serangan Paktia.
Dia mengatakan unit polisi khusus adalah target utama; Sampai 450 petugas polisi tinggal di markas pada saat serangan tersebut terjadi.
Berbatasan dengan Waziristan Utara, salah satu dari tujuh wilayah semi otonomi Pakistan atau “agensi”, Paktia di Afghanistan adalah tempat kelahiran Jaringan Haqqani Taliban.
Militer Pakistan menguasai kembali Waziristan Utara dari Taliban Pakistan setelah serangan diluncurkan pada pertengahan 2014 yang berlangsung sampai akhir 2016.
Serangan Ghazni
Di provinsi Ghazni selatan, gerilyawan menyerang sebuah kompleks keamanan di distrik Andar, dengan menggunakan bom mobil bunuh diri dan membunuh 25 polisi dan lima warga sipil, kata Murad. Sedikitnya 15 orang terluka, termasuk 10 polisi, tambahnya.
Juru bicara gubernur provinsi di Ghazni, Arif Noori, mengatakan bahwa serangan Taliban di sana berlangsung sembilan jam. “Saat pertempuran belum usai, setidaknya ada 13 jenazah pejuang Taliban di lapangan,” ujar Noori.
Kemudian di Provinsi Farah Barat, Kepala Polisi Abdul Maruf Fulad mengatakan bahwa Taliban menyerang sebuah kompleks pemerintah di distrik Shibkho, menewaskan tiga polisi.
Para milisi Taliban telah lama menjadi ancaman bagi Barat dan pemerintah boneka Afghanistan. Kelompok itu berulang kali melakukan serangan yang menargetkan tentara Afghanistan dan militer asing.
Kelompok Taliban yang dibentuk pada September 1994, melawan AS dan kaki tangannya ketika pemerintahan ini digulingkan oleh Amerika Serikat dengan tuduhan melindungi pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden (Usamah bin Ladain) karena dianggap mendalangi serangan terhadap menara kembar WTC, New York tanggal 11 September 2001, meski ketika negeri ini hancur tuduhan itu tidak terbukti.
Amerika mengerahkan ratusan ribu pasukan pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2001 membuat kelompok yang telah menerapkan hukum Islam ini keluar dari ibu kota Afganistan, Kabul.
Sementara itu, pihak Amerika menyiapkan pemerintahan boneka dan melakukan berbagai perombakan di negeri itu hingga saat ini. Sejak itulah kelompok bersenjata yang pernah mendapat dukungan dari AS dan Pakistan untuk melawan Soviet ini akhirnya berbalik menarget aparat dan staf pemerintah boneka Amerika. *